Ketua TIDAR Mojokerto sebut sosok Rahayu Saraswati sebagai Role Model Pemimpin Muda

Reporter : Ipl
Ketua Umum PP Tidar dan Anggota DPR RI, Rahayu Saraswati konferensi pers saat mengunjungi Mojokerto. (Foto : Istimewa)

MOJOKERTO, KABARHIT.COM — Mundurnya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dari DPR RI 2024-2029 dinilai sebagai kehilangan besar bagi politik Indonesia. Rahayu sebagai role model pemimpin muda yang berintegritas, rendah hati, dan selalu hadir untuk rakyat. 

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Pengurus Cabang (PC) Tunas Indonesia Raya (Tidar) Mojokerto Defy Firman melalui keterangan tertulis terima redaksi, Kamis (11/9/2025) malam. 

Baca juga: Tidar Mojokerto Buka Call Center 24 Jam Aduan Program Makan Bergizi Gratis

“Saya pernah mendampingi beliau turun ke dapil, 11 titik dalam satu hari. Energinya luar biasa, tidak pernah lelah mendengar keluh kesah masyarakat. Itu membuktikan politik bisa dijalani dengan cara yang manusiawi,” ujar Defy sapaan akrabnya. 

Menurut Defy, gaya kepemimpinan Rahayu Saraswati membedakannya dari banyak politisi lain. Sebagai Ketua Umum TIDAR intens membangun komunikasi dengan kader di seluruh Indonesia maupun di luar negeri. 

"Dia membangun kultur tanpa jarak, bahkan tengah malam pun masih merespons kader. Itu bukan sekadar posisi, tapi tanggung jawab,” imbuhnya.

Defy juga mengungkapkan, beberapa kali dirinya bersama pengurus Mojokerto berkesempatan bertemu langsung dengan Rahayu Saraswati saat kunjungan kerja sebagai anggota DPR RI. 

"Meski berasal dari kalangan elit, beliau hadir dengan rendah hati. Yang paling membekas, beliau selalu menekankan bahwa setiap anak muda harus diberi peluang untuk maju tanpa melihat anak siapa atau dari golongan apa. Yang terpenting integritas,” kata Defy.

Baca juga: Langkah Awal Kader Tidar Mojokerto Membangun Daya Saing E-Sport Lokal

Lebih jauh, Defy menyoroti rekam jejak prestasi Rahayu Saraswati selama menjadi legislator. Di antaranya mengawal lahirnya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, mendorong revisi Undang-Undang Nomor 21 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), serta berperan aktif dalam pemberantasan mafia BBM subsidi di Nusa Tenggara Barat.

“Prestasi ini membuktikan keberpihakan beliau kepada kelompok yang sering terabaikan, mulai dari isu perempuan, disabilitas, hingga perdagangan manusia,” imbuh Defy.

Terkait keputusan mundurnya Rahayu Saraswati akibat fitnah video rekayasa yang beredar, Defy menilai langkah itu sebagai bentuk jiwa kesatria politik. 

Baca juga: Ketua TIDAR Mojokerto Desak Pengawasan Ketat SOP Pelaksanaan Dapur MBG

"Alih-alih bertahan dengan segala risiko instabilitas, beliau memilih mundur. Itu pengorbanan besar. Mundur bukan kalah, tapi justru menunjukkan integritas,” tegas Ketua PC Tidar Mojokerto.

Defy menambahkan, dengan dukungan puluhan ribu kader TIDAR di seluruh dunia, perjuangan Rahayu Saraswati tidak akan berhenti. 

“Indonesia butuh lebih banyak pemimpin muda seperti Rahayu Saraswati. Presiden Prabowo patut bangga, karena Rahayu Saraswati membuktikan kapasitas kepemimpinan bukan hanya karena garis keluarga, tetapi lewat kerja nyata,” pungkasnya.

Editor : Ipl

PEMERINTAHAN
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru