SURABAYA, KABARHIT.COM — Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan keponakan Presiden Prabowo Subianto ini mengejutkan publik dan memicu beragam spekulasi.
Pengumuman pengunduran diri tersebut disampaikan Rahayu melalui sebuah video di akun Instagram pribadinya pada Rabu (10/9/2025) lalu.
Baca juga: Perayaan Natal Tidar Jatim, Bukti Komitmen Rawat Keberagaman
Dalam video itu, ia meminta maaf atas pernyataan masa lalunya yang kembali menjadi sorotan publik. Kabar ini sontak mengundang reaksi beragam dari warganet.
Ada yang bersimpati, namun tak sedikit pula yang menanggapi sinis dan mempertanyakan motif dibalik keputusannya.
Alumni FISIP Unair sekaligus Aktivis Kepemudaan Jawa Timur (Jatim) Ryan Devananda, menilai pengunduran diri Rahayu Saraswati adalah kerugian besar. Ia menyebutkan, Sosok Rahayu Saraswati merupakan representasi penting bagi anak muda dan perempuan di ranah politik.
Baca juga: 200 Becak Listrik Dibagikan di 18 Kecamatan Sidoarjo, Bambang : Program Luar Biasa
"Sosok Rahayu adalah representasi penting bagi anak muda dan perempuan. Beliau adalah figur yang aktif dan diharapkan dapat membuat parlemen lebih peka terhadap perspektif kelompok ini," ujar Ryan Devananda, Jumat (12/9/2025) malam.
Menurut Ryan Devananda, jejak karier Rahayu Saraswati menunjukkan komitmennya pada isu-isu sosial dan ekonomi, seperti hak-hak penyandang disabilitas dan perlindungan perempuan.
"Secara pribadi, saya mengenal beliau sebagai sosok yang sangat aktif. Ia memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas, perlindungan perempuan, serta membuka jalan bagi anak muda untuk mengembangkan diri dan berani bersaing di tingkat internasional," imbuhnya.
Baca juga: Alokasi Subsidi Pupuk Melonjak, PC TIDAR Mojokerto: Komitmen Presiden Prabowo Perkuat Pangan
Atas dasar itu, Ryan Devananda berharap Fraksi Partai Gerindra mempertimbangkan kembali keputusan pengunduran diri Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.
"Saya berharap sosok Rahayu Saraswati tetap bertahan di kursi DPR RI sebagai representasi perempuan yang konsisten, demi memperjuangkan isu pemberantasan tindak pidana perdagangan orang serta dikenal dekat dengan kalangan anak muda di Indonesia," pungkasnya.
Editor : Ipl