KABARHIT.COM | BLITAR Dampak merebaknya pandemi virus corona (Covid19) dimanfaatkan pengelola desa wisata di Jawa Timur yang tergabung dalam Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) Jatim melakukan pembenahan dan penambahan sarana prasarana serta fasilitas.
Desa yang berjumlah yang berjumlah 350 desa tersebut, saat ini sepi dikunjungi oleh wisatawan. Pembenahan dan penambahan sarana prasarana serta fasilitas dilakukan untuk menunjang eksotika desa wisata yang dikelola.
Baca juga: Kadindik Jatim Apresiasi Implementasi Program SIKAP di SMKN 1 Tulungagung
Asidewi yang berfilosofi Dari Spirit Kearifan Lokal Menuju Desa Wisata Hebat Bangsa Bermartabat ini dalam operasional kegiatan tetap mengikuti peraturan pemerintah yaitu upaya untuk melakukan peningkatan kewaspadaan penyebaran dan penularan Covid 19.
Ketua Asidewi. Jawa Timur, Andi Yuwono mengatakan, pihaknya secara umum tetap berpedoman pada peraturan pemerintah terutama Surat Edaran Gubernur Jawa Timur tentang Peningkatan Kewaspadaan Corona.
Dari informasi yang diterima dari anggota desa wisata di Jawa Timur, para pengelola melakukan pembatasan atau penutupan desa wisata tidak sekedar disebabkan sepinya pengunjung namun karena kesadaran semua pihak akan risiko penyebaran virus corona.
Baca juga: Komite Perekat Persaudaraan Maluku Pererat Kebersamaan dan Kesatuan di Jawa Timur
Nah, momentum ini dimanfaatkan oleh pengelola desa wisata untuk melakukan peningkatan pelayanan terutama infrastruktur destinasi. Akibat virus corona ini banyak desa wisata yang membatasi diri atau melakukan penutupan, namun keputusannya ada pada pengelola desa wisata yaitu pemerintah desa setempat.
Ini jadi momen untuk pembenahan diri obyek wisata dan mempercantik destinasi," terang Andi yang juga pengelola Desa Wisata Tulungrejo Wates Blitar, Jumat (20/3).
Baca juga: Jatim Retreat 2026 Jadi Momentum Penguatan SMK BLUD dan Kolaborasi Dunia Industri
(pno/Andri)Editor : Deni