SURABAYA, KABARHIT.COM Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Jatim Retreat 2026 sebagai forum strategis lintas sektor guna memperkuat sinergi, inovasi pembiayaan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Kegiatan tersebut berlangsung di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Kamis (15/1/2026).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak hadir secara langsung dan memberikan arahan kepada seluruh peserta forum yang berjumlah 135 orang, terdiri dari unsur birokrasi, BUMD, RSUD, hingga penyelenggara layanan publik di lingkungan Pemprov Jatim.
Gubernur Khofifah mengapresiasi seluruh pihak yang telah menggagas dan menyukseskan Jatim Retreat 2026. Menurutnya, forum ini menjadi momentum penting untuk menyatukan arah kebijakan, memperkuat komitmen bersama, serta memastikan seluruh elemen pemerintahan bergerak selaras di tengah tantangan fiskal dan dinamika pembangunan yang kian kompleks.
“Forum ini merupakan momentum untuk menyatukan arah, memperkuat komitmen, dan memastikan seluruh elemen birokrasi, BUMD, serta layanan publik di Jawa Timur bergerak dalam satu frekuensi yang sama di tengah tantangan fiskal yang semakin dinamis,” tegas Khofifah.
Dalam arahannya, Khofifah menekankan pentingnya penerapan creative financing sebagai strategi pembiayaan pembangunan yang inovatif, berkelanjutan, dan tidak membebani masyarakat. Ia juga mendorong perubahan pola pikir birokrasi agar semakin adaptif, responsif, dan berorientasi pada kualitas pelayanan publik.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, hadir sebagai narasumber dan menyampaikan paparan di hadapan Gubernur Khofifah. Kehadiran Aries menegaskan komitmen sektor pendidikan dalam mendukung transformasi layanan publik melalui penguatan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Aries membawakan paparan bertajuk “Kinerja SMK BLUD dan Strategi Inovasi ke Depan”, yang menyoroti peran strategis Sekolah Menengah Kejuruan berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebagai model penguatan pendidikan vokasi yang mandiri, adaptif, dan kolaboratif.
Ia menjelaskan, pengembangan SMK BLUD di Jawa Timur diarahkan untuk memperkuat jejaring vokasi serta meningkatkan kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) agar lulusan SMK memiliki daya saing tinggi dan siap memasuki dunia kerja.
“SMK BLUD adalah jawaban atas tantangan dunia kerja yang terus bergerak dinamis. Inisiasi SMK BLUD bukan hanya menggali potensi anak-anak kita hari ini, tetapi juga merupakan investasi paling berharga untuk masa depan mereka, bagi Jawa Timur, dan bagi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Aries.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa melalui skema BLUD, SMK memiliki fleksibilitas dalam mengelola unit produksi, memperluas kemitraan industri, serta mengoptimalkan peran sekolah sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik dan kewirausahaan. Aries juga menekankan pentingnya prinsip value for money dalam pengelolaan SMK BLUD agar setiap program dan inovasi memberikan manfaat nyata bagi peserta didik, dunia industri, dan masyarakat.
Sementara itu, Jatim Retreat 2026 juga menghadirkan Guru Besar ITS Surabaya, Prof. Mohammad Nuh, yang memaparkan materi mengenai kepemimpinan strategis dan creative financing dalam pemerintahan, sehingga memperkaya perspektif lintas sektor dalam forum tersebut.
Melalui Jatim Retreat 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antar sektor, lahir inovasi pembiayaan yang berkelanjutan, serta terwujud layanan publik yang lebih efektif, termasuk dalam pengembangan pendidikan vokasi melalui SMK BLUD sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Jawa Timur ke depan.
Editor : Deni