SURABAYA, KABARHIT.COM - Viral seorang mahasiswa membuka bisnis prostitusi di kontrakan kawasan Singosari Malang beberapa waktu lalu, menuai keprihatinan dari berbagai kalangan.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas mengatakan bahwa peristiwa ini tidak hanya pelanggaran hukum, tetapi juga mencoreng bagi dunia intelektual di Malang yang selama ini dikenal sebagai kota pendidikan.
Baca juga: Hadapi Tantangan Generasi Muda, Puguh DPRD Jatim Dorong Vokasi Digital
"Cukup disayangkan, seorang mahasiswa yang memiliki kualifikasi pendidikan tinggi justru terlibat dalam bisnis prostitusi. Ini jelas mencoreng segmen masyarakat intelektual dan merusak moralitas bangsa," ujar Puguh sapaan akrab, dikutip dari laman resmi fraksipksjatim.id, Jumat (31/10/2025).
Puguh menyampaikan, mahasiswa seharusnya memiliki kepekaan moral, kekuatan karakter, serta kapasitas intelektual yang mencerminkan nilai-nilai luhur pendidikan. Karena itu, ia meminta pihak kampus tidak lepas tangan dan perlu memperkuat sistem pembinaan agar kasus serupa tidak terulang.
“Pihak kampus harus menertibkan kembali para mahasiswanya dengan melakukan langkah-langkah mitigasi di lingkungan kampus. Pembinaan karakter, moral, dan kegiatan positif harus diperkuat agar mahasiswa tidak melakukan hal-hal yang merugikan masyarakat,” jelasnya .
Politisi muda PKS ini menegaskan bahwa kasus tersebut menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di Malang. Ia pun mendorong agar kampus lebih proaktif membangun ketahanan moral di kalangan mahasiswa melalui program-program yang membentuk akhlak dan tanggung jawab sosial.
“Ini harus jadi refleksi bersama. Pendidikan tinggi tidak boleh hanya mencetak orang pintar, tapi juga pribadi yang berakhlak,” tegas Puguh.
Baca juga: Peringatan Satu Abad NU, Puguh DPRD Jatim: NU Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa
Selain itu, Puguh juga mengapresiasi langkah cepat aparat penegak hukum dan masyarakat yang telah berhasil mengungkap kasus ini. Ia pun menilai sinergi antara masyarakat, kepolisian, serta perangkat desa hingga RT/RW menjadi faktor penting dalam menjaga ketertiban sosial.
“Kami mengapresiasi kerja sama komprehensif antara aparat, masyarakat, dan para tokoh di tingkat lokal yang sigap menindak pelanggaran moral ini. Ketertiban dan keamanan harus dijaga hingga ke level RT dan dusun,” katanya.
Puguh juga mengusulkan agar pengaktifan sistem keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibnas) diperkuat di wilayah-wilayah padat mahasiswa, mulai dari ring 1 hingga ring 3 kampus, sebagai bentuk deteksi dini terhadap aktivitas yang melanggar norma sosial.
Baca juga: Soroti Cuaca Ekstrem dan Geopolitik, Puguh DPRD Apresiasi Inovasi SIKAP Pemprov Jatim
“Peran RT, RW, dan tokoh masyarakat perlu diaktifkan kembali untuk menghalau tindakan-tindakan amoral atau kriminal di lingkungan sekitar. Ini langkah preventif yang efektif,” imbuh dia.
Anggota Komisi E DPRD Jatim mengajak semua pihak, kampus, aparat, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga marwah Kota Malang sebagai kota pendidikan yang berkarakter dan bermoral.
“Malang harus tetap menjadi simbol kota pendidikan yang bukan hanya mencetak sarjana, tapi juga generasi berakhlak dan berintegritas,” pungkasnya.
Editor : Ipl