Efisiensi Mulai Berbuah, PT Kasa Husada Bidik Penyertaan Modal Pemprov Jatim

Reporter : Ipl
Direktur Norman Fauzi didampingi General Manager PT Kasa Husada Wira Jatim Arief Zainuddin saat menghadiri rapat kerja bersama Pansus DPRD Jatim di Kota Batu. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, KABARHIT.COM - PT Kasa Husada Wira Jatim, anak usaha Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Panca Wira Usaha (PWU) Jawa Timur, tengah berjuang keluar dari tekanan keuangan serius. 

Perusahaan yang berdiri sejak 1926 dan sempat menjadi penyumbang signifikan pendapatan asli daerah (PAD) Pemprov Jatim itu kini fokus melakukan penataan menyeluruh untuk menyelamatkan keberlangsungan usaha.

Baca juga: Pansus DPRD Jatim Panggil PWU, Dokter Agung Tekankan Evaluasi BUMD Berbasis 3J

Direktur PT Kasa Husada Wira Jatim Norman Fauzi mengakui, manajemen baru mewarisi persoalan berat berupa utang lama yang menumpuk, baik kepada pihak ketiga maupun persoalan internal perusahaan. Kondisi tersebut membuat Kasa Husada mengalami penurunan kinerja sejak beberapa tahun terakhir.

“Saya baru menjabat sekitar empat bulan. Amanah yang kami terima ini sangat berat. Tapi, kami bertekad bagaimana Kasa Husada bisa diselamatkan,” ujar Norman di Surabaya, Jumat (19/12/2025) malam.

Norman menjelaskan, ada empat langkah utama yang kini dijalankan manajemen, yakni efisiensi, reorganisasi, restrukturisasi, dan digitalisasi. 

"Keempat langkah itu dikemas dalam program jangka pendek, menengah, dan panjang sebagai bagian dari upaya penyelamatan perusahaan," jelasnya.

Menurutnya, efisiensi menjadi langkah pertama yang tak terhindarkan. Beban operasional, terutama biaya pegawai, dinilai terlalu besar dan tidak sebanding dengan kemampuan produksi perusahaan. Karena itu, manajemen terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara legal sesuai Undang-Undang Cipta Kerja.

“Beban gaji pegawai sebelumnya bisa mencapai sekitar Rp480 juta per bulan, belum termasuk listrik dan air. Sekarang kami tekan, sehingga total biaya gaji sekitar Rp160 juta dengan sistem harian,” jelasnya.

Meski demikian, Norman menegaskan langkah tersebut dilakukan dengan penuh kesadaran demi menyelamatkan perusahaan. 

"Bahkan, sebagian karyawan lama yang masih bertahan bersedia bekerja dengan skema harian," tegasnya. 

Selain efisiensi tenaga kerja, Norman mengatakan efisiensi juga dilakukan pada sisi produksi.

Baca juga: Lilik DPRD Jatim Dorong Penataan Besar-besaran BUMD: Merger hingga Likuidasi

"Beberapa proses produksi berisiko tinggi dialihkan, sementara Kasa Husada lebih fokus pada produk unggulan, seperti kapas medis yang selama ini diakui kualitasnya dan minim pesaing di Indonesia," tandasnya. 

Dalam forum Pansus DPRD Jatim, Norman mengaku mendapat dukungan moral dan politik yang kuat. Anggota Pansus, kata dia, lebih menekankan pada kondisi riil perusahaan dan rencana ke depan, bukan semata angka diatas kertas.

“Bahkan ada anggota dewan yang siap membantu secara pribadi untuk menopang modal Kasa Husada. Mereka melihat masih ada potensi besar, termasuk outstanding order yang mencapai sekitar Rp1 miliar,” ujarnya.

Menurut Norman, PT Kasa Husada sendiri pernah berada di masa keemasan pada 2015–2019 dengan setoran PAD mencapai Rp1,3 miliar per tahun. 

"Namun pandemi Covid-19 dan persoalan manajemen membuat kinerja perusahaan terus merosot hingga mencatat kerugian bertahun-tahun,"   bebernya. 

Sementara, General Manager PT Kasa Husada Wira Jatim Arief Zainuddin menambahkan, sejak 2019 hingga pertengahan 2025 perusahaan terus merugi dengan kondisi utang dan piutang tak tertagih yang besar. Efisiensi yang dilakukan sejak Agustus 2025 mulai menunjukkan hasil positif.

Baca juga: Wagub Emil Sambut Pembentukan Pansus BUMD Jatim, Langkah Strategis Perbaikan Tata Kelola

“Pendapatan Agustus hanya Rp124 juta, September Rp148 juta, Oktober naik jadi Rp370 juta, dan November mencapai Rp800 juta. November sudah laba meski kecil, sekitar Rp34 juta,” ungkap Arief.

Untuk Desember, pendapatan ditargetkan Rp450 juta, namun realisasi sementara sudah mendekati Rp600 juta. Grafik ini, menurut Arief, menunjukkan dampak positif dari langkah efisiensi dan penataan manajemen.

"Ke depan, dukungan Pansus DPRD Jatim diharapkan berlanjut, termasuk rencana memfasilitasi kerja sama jangka panjang dengan rumah sakit milik Pemprov Jatim agar memprioritaskan produk Kasa Husada," imbuhnya.

Selain itu, Arief menuturkan manajemen juga berharap adanya penyertaan modal dari pemerintah daerah guna menyelesaikan kewajiban pesangon karyawan, melunasi utang lama, serta memenuhi kebutuhan modal kerja.

“Bismillah, kami optimistis Kasa Husada bisa bangkit kembali. Yang penting perusahaan ini tetap hidup dan kembali memberi manfaat bagi Jawa Timur,” pungkasnya.

Editor : Ipl

PEMERINTAHAN
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru