SURABAYA, KABARHIT.COM – Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur (Jatim) Lilik Hendarwati, menyoroti kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jatim yang dinilai belum fokus pada core business masing-masing. Ia menilai struktur usaha beberapa BUMD terlalu beragam sehingga kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) kurang optimal.
“Saat ini, ada BUMD yang bekerja di bidang terlalu luas dan tidak saling berkaitan. Ini perlu dirapikan. Kita juga harus melihat kembali peluang-peluang usaha yang bisa digarap BUMD,” ujar Lilik yang juga anggota pansus BUMD, dikutip dari laman resmi fraksipksjatim.id, Jumat (28/11/2025) siang.
Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim itu menilai ada tiga sektor potensial yang bisa dimaksimalkan BUMD, yakni pariwisata, pangan, dan transportasi. Menurutnya, ketiga sektor tersebut mampu menjadi sumber pendapatan besar jika dikelola profesional dan fokus.
“Pariwisata itu sangat potensial. Transportasi juga demikian. Dua sektor ini bisa memberi pendapatan signifikan jika BUMD fokus,” imbuh Lilik.
Lilik juga mendorong opsi merger maupun spin off untuk BUMD yang cakupan bisnisnya terlalu melebar. Ia pun mencontohkan BUMD PWU yang mengelola usaha dari sembako hingga apartemen, yang menurutnya tidak relevan dalam satu entitas bisnis.
“Lebih baik dibuat BUMD sesuai bidangnya. Misalnya, BUMD khusus pangan atau khusus perumahan,” jelasnya.
Lilik turut menyinggung perlunya likuidasi bagi BUMD atau anak perusahaan yang tidak memiliki prospek, termasuk sektor karet dan kulit yang dinilai stagnan bertahun-tahun.
"Kalau tidak bisa diperbaiki dan hanya menyerap dana, lebih baik ditutup. Jangan sampai membebani APBD,” tegas Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Kami pun berharap restrukturisasi BUMD dapat, segera dijalankan agar benar-benar menjadi penggerak ekonomi Jatim dan penopang utama PAD," pungkasnya.
Editor : Ipul