SURABAYA, KABARHIT.COM – Pengembangan layanan perkeretaapian di Jawa Timur terus menunjukkan tren positif, baik dari sisi sarana maupun prasarana. Dukungan pemerintah terhadap KAI Group sebagai transportasi publik berbasis rel dinilai berperan penting dalam meningkatkan mobilitas masyarakat di kawasan aglomerasi.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan sejak mulai mengoperasikan Commuter Line di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya pada 2022, KAI Commuter berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan, khususnya di Surabaya dan daerah penyangga.
Baca juga: Sambut Mudik Lebaran 2026, KAI Commuter Wilayah Surabaya Operasikan 50 Perjalanan Harian
“Penambahan lintas layanan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat Jawa Timur,” ujar Karina.
Saat ini, Commuter Line Supas (Surabaya–Pasuruan) mencatat rata-rata volume pengguna sebanyak 4.417 orang per hari atau sekitar 130–140 ribu orang per bulan. Rencana perpanjangan layanan hingga Kota Probolinggo diproyeksikan akan meningkatkan okupansi penumpang secara signifikan.
KAI Commuter tengah melakukan pembahasan intensif dengan para pemangku kepentingan terkait rencana perpanjangan lintas pelayanan Commuter Line menuju Probolinggo.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperluas jangkauan layanan KA Lokal PSO (Public Service Obligation) yang saat ini berakhir di Stasiun Pasuruan.
“Lintas pelayanan Commuter Line Supas akan diperpanjang hingga Stasiun Probolinggo, dengan jarak tempuh yang semula 63 kilometer menjadi 101 kilometer,” jelas Karina.
Dengan demikian, relasi layanan yang semula Surabaya–Pasuruan akan menjadi Surabaya–Pasuruan–Probolinggo. Perpanjangan ini ditujukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, mendukung sektor pariwisata, serta mendorong perekonomian masyarakat, khususnya di Jawa Timur.
Berdasarkan hasil survei KAI Commuter, rencana tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Tingkat minat warga Probolinggo untuk menggunakan layanan Commuter Line mencapai 100 persen, dengan potensi akuisisi pengguna diperkirakan sebanyak 304 orang per hari.
Baca juga: Stasiun Surabaya Gubeng Terpadat, Penumpang Nataru Daop 8 Capai 837 Ribu
“Stasiun Probolinggo memiliki potensi tertinggi karena lokasinya strategis di pusat kota, dekat kawasan industri, perkantoran, sekolah, serta destinasi wisata,” tambah Karina.
Dari sisi prasarana, Stasiun Probolinggo saat ini memiliki empat jalur pelayanan dan dua jalur stabling. Sejumlah peningkatan fasilitas juga direncanakan, antara lain penambahan kanopi peron, perluasan ruang tunggu, serta penambahan petugas operasional seperti loket, pengamanan, dan kebersihan guna memastikan pelayanan optimal bagi penumpang.
“Kami berharap perpanjangan layanan Commuter Line ini dapat segera terealisasi untuk menghadirkan transportasi publik yang lebih efisien dan terintegrasi bagi masyarakat Jawa Timur,” ujar Karina.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan menyatakan dukungannya terhadap rencana perpanjangan layanan Commuter Line Supas menuju Probolinggo. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA, Arif Anwar, mengatakan pihaknya terus mengawal proses persiapan operasional layanan tersebut.
Baca juga: Hari Terakhir NATARU, KAI Commuter Surabaya Pastikan Layanan Tetap Prima
“Kami melakukan koordinasi dengan KAI Commuter untuk memastikan seluruh kelengkapan pelayanan penumpang terpenuhi sesuai ketentuan,” kata Arif.
DJKA juga akan memantau langsung kesiapan stasiun-stasiun yang akan melayani Commuter Line tersebut. Apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi, operator akan didorong untuk segera mengajukan izin operasi.
Untuk menjaga keterjangkauan tarif, DJKA akan memberikan subsidi PSO pada layanan Commuter Line Supas. Selain itu, DJKA bersama KAI Commuter akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Probolinggo guna mewujudkan integrasi transportasi lanjutan menuju pusat kota dan kawasan wisata.
“Kami berharap seluruh proses persiapan dapat berjalan lancar sehingga layanan KA ini segera dapat dimanfaatkan masyarakat yang bepergian dari Surabaya ke Probolinggo maupun sebaliknya,” tutup Arif.
Editor : Deni