SURABAYA, KABARHIT.COM - 22 Juni 2026 - Komisi D DPRD Kota Surabaya menyoroti serapan bantuan biaya pendidikan 2026 yang masih rendah. Dalam hearing Senin 22/6, dewan mempertanyakan mekanisme penyaluran, validitas data, dan kuota 17 ribu penerima yang belum terisi.
Rapat di Ruang Komisi D dihadiri Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Disbudporapar, Bapemkesra, dan Bappeda Kota Surabaya.
Baca juga: Abdul Malik: Cakupan BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Baru 39,81%
Anggota Komisi D Johari Mustawan atau Bang Jo dari Fraksi PKS mempertanyakan apakah Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional jadi satu-satunya acuan penerima bantuan.
“Apakah DTSEN satu-satunya data valid buat tentukan penerima bantuan pendidikan? Di lapangan masih banyak nggak sesuai data,” ujar Bang Jo.
Ia kasih contoh warga Balas Klumprik masuk Desil 10 atau ekonomi atas, tapi rumahnya nyaris ambruk. “Ini bukti data harus diverifikasi terus. Nggak bisa jadi dasar tunggal ambil keputusan,” tegasnya.
Bang Jo juga soroti rendahnya serapan anggaran Rp129 miliar. Kuota penerima 23 ribu siswa, tapi progres penyalurannya jauh dari target.
“Padahal pendidikan ada mandatory spending 20%. Kenapa serapannya masih rendah?” tanyanya.
Ia dorong optimalisasi Musyawarah Kelurahan buat update data. “Muskel jalan tiap 3 bulan. Hasilnya dikirim ke Kemensos buat verifikasi. Mekanisme ini harus dimanfaatin biar data akurat,” katanya.
Perwakilan Bapemkesra Surabaya akui seleksi tahun ini masih banyak kekurangan. Dari kuota 23 ribu penerima, 17 ribu kuota masih tersedia.
“Masih ada sekitar 17 ribu kuota kosong. Ke depan seleksi dan sosialisasi harus diperbaiki biar bantuan tersalur optimal,” ucap Bapemkesra.
Bapemkesra jelaskan desil bukan syarat tunggal. Penentuan penerima gabungan data desil + indikator lain. Prioritas tetap Desil 1-5, tapi Desil 6-10 bisa dapat kalau ada kondisi khusus.
Baca juga: Abdul Malik: Cakupan BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Baru 39,81%
Rapat juga bahas Beasiswa Pemuda Tangguh SMA 2026. Pendaftaran 8-27 Juni 2026. Sampai pertengahan pendaftaran, 5.910 siswa sudah daftar.
Seleksi administrasi 29 Juni-1 Juli, pengumuman 2 Juli, daftar ulang 6-10 Juli. Kuota 2026 total 9.858 + tambahan 5.770 penerima.
Bantuan Rp300 ribu/bulan buat sekolah swasta. Sekolah negeri dapat bantuan seragam. Sasaran Desil 1-5, prasejahtera, miskin, yatim/piatu sekolah swasta.
Komisi D minta Pemkot evaluasi sistem pendataan biar bantuan pendidikan tepat sasaran.
Baca juga: Ambil Antrean Klaim BPJS Ketenagakerjaan Kini Bisa Online Lewat Lapak Asik, Begini Caranya
Editor : Deni