SURABAYA, KABARHIT.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jatim menggelar High Level Meeting (HLM) Forum Investasi, TP2ED, dan TPAKD pada Rabu, 25 Juni 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Forum ini jadi wadah koordinasi strategis untuk dorong investasi berkualitas, percepat transformasi ekonomi daerah, dan tingkatkan kesejahteraan masyarakat. Ekonomi Jatim triwulan 2026 tumbuh 5,96% yoy dengan inflasi terkendali.
Baca juga: Pelabuhan Gresik Makin Dipercaya, Volume Bongkar Muat Naik 18,7 Persen
Kepala Perwakilan BI Jatim Ibrahim mengatakan bahwa stabilitas makroekonomi + posisi Jatim sebagai gerbang Indonesia Timur jadi modal tarik investor.
Baca juga: Pelindo Tanjung Wangi Klarifikasi, Macet Ketapang Bukan Disebabkan Aktivitas Pelabuhan
"Investor cari daerah responsif, kolaboratif, komitmen perbaiki diri. Jatim punya modal itu," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan investasi berkualitas harus seiring ketahanan pangan. Ia dorong percepatan penyelesaian LP2B, LBS, LSD, sinkronisasi tata ruang, dan pengembangan kawasan industri. Acara ditutup Launching East Java Investment Forum (EJIF) 2026.
Baca juga: Sambut Dies Natalis 45, Unitomo Gandeng Nurul Hayat Gelar Khitan Massal Laser Gratis 140 Anak
Hadir juga Kepala DPMPTSP Jatim Dyah Wahyu Ermawati, Plh Kepala OJK Jatim Horas V.M. Tarihoran, dan Deputi BPS M. Nashrul Wajdi. Ke depan BI, Pemprov Jatim, OJK, BPS akan perkuat sinergi agar Jatim jadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
Editor : Deni Noel