SURABAYA, KABARHIT.COM (17/07/26) – Kinerja operasional PT Pelindo Multi Terminal Cabang Gresik menunjukkan tren positif sepanjang Semester I 2026. Hingga akhir Juni, total arus bongkar muat tercatat mencapai 2,29 juta ton, meningkat 18,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pencapaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan Pelabuhan Gresik, sekaligus menegaskan perannya sebagai simpul penting dalam mendukung distribusi logistik dan aktivitas industri di Jawa Timur.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan volume pada berbagai komoditas utama. Untuk arus curah cair, terjadi peningkatan sebesar 12 persen, dari 387 ribu ton pada Semester I 2025 menjadi 434 ribu ton/m³ pada periode yang sama tahun ini. Komoditas yang dilayani meliputi aspal, propylene, crude palm oil (CPO), hingga kondensat.
Sementara itu, arus curah kering mengalami lonjakan signifikan dari 403 ribu ton menjadi 599 ribu ton. Komoditas utama pada segmen ini antara lain bungkil, batu split, dan pasir.
Pada sektor general cargo, volume bongkar muat juga meningkat dari 1,14 juta ton/m³ menjadi 1,26 juta ton/m³. Berbagai komoditas strategis yang ditangani mencakup kayu log, pupuk, semen, besi, hingga tiang pancang, yang berkontribusi pada pembangunan infrastruktur serta distribusi kebutuhan masyarakat.
Dari sisi kinerja operasional kapal, pelabuhan mencatat Berthing Time (BT) sebesar 75,64 jam, Berth Occupancy Ratio (BOR) mencapai 85,50 persen, dan utilisasi lapangan sebesar 48,53 persen. Tingginya BOR menunjukkan aktivitas dermaga yang semakin padat seiring meningkatnya permintaan layanan.
Sepanjang Semester I 2026, Pelabuhan Gresik melayani sekitar 600 permohonan kegiatan bongkar muat. Meskipun peningkatan trafik kapal sempat menimbulkan antrean pada waktu tertentu, operasional tetap berjalan lancar melalui pengaturan jadwal sandar, koordinasi intensif dengan pemangku kepentingan, serta optimalisasi fasilitas yang tersedia.
Dari sisi pelanggan, jumlah pengguna jasa aktif tercatat sebanyak 32 perusahaan, dengan tambahan tiga pelanggan baru. Hasil survei kepuasan pelanggan juga menunjukkan penilaian positif terhadap kualitas layanan yang diberikan.
Selain fokus pada produktivitas, aspek keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama. Selama Semester I 2026, operasional pelabuhan berhasil mencatatkan Zero Accident dan Zero Lost Time Injury (LTI). Upaya tersebut didukung oleh pelaksanaan 666 kali safety briefing, simulasi tanggap darurat, serta penerapan standar keamanan melalui ISPS Code dan Sistem Manajemen K3 (SMK3).
Branch Manager Pelindo Multi Terminal Gresik, Sutopo, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja sama dan sinergi seluruh pihak.
“Capaian ini tidak lepas dari dukungan pelanggan, mitra kerja, regulator, dan seluruh stakeholder. Kami berkomitmen menjaga kepercayaan tersebut dengan menghadirkan layanan yang profesional, aman, dan andal,” ujarnya.
Ia menambahkan, peningkatan aktivitas bongkar muat menjadi indikator semakin kuatnya peran Pelabuhan Gresik sebagai gerbang logistik di Jawa Timur.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut akan terus direspons dengan peningkatan kualitas layanan, efisiensi operasional, optimalisasi fasilitas, serta pemanfaatan teknologi.
Memasuki Semester II 2026, Pelabuhan Gresik menargetkan peningkatan kapasitas layanan untuk mengantisipasi pertumbuhan arus logistik.
“Kami akan fokus pada peningkatan produktivitas, optimalisasi waktu layanan kapal, serta penguatan koordinasi dengan seluruh stakeholder. Dengan menjaga standar HSSE secara konsisten, kami optimistis dapat terus mendukung kelancaran rantai pasok nasional,” tutupnya.
Editor : Deni