SURABAYA, KABARHIT.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka Allpack Surabaya Expo 2026 di Grand City Convex Surabaya, Rabu 1 Agustus 2026.
Pameran internasional teknologi pengolahan, pengemasan, dan otomasi industri ini diikuti sekitar 120 peserta dari 10 negara. Event ini diharapkan jadi motor penggerak daya saing manufaktur, UMKM, serta produk ekspor Indonesia khususnya Jawa Timur.
Baca juga: Ekonomi Jawa tumbuh 5,79% yoy, PMI manufaktur ekspansi, UMKM kopi kakao teh naik kelas
*Kemasan Jadi Penentu Daya Saing Produk*
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan kemasan bukan lagi sekadar pembungkus. Menurutnya, kemasan adalah faktor utama penentu nilai tambah dan daya saing di pasar nasional maupun internasional.
"Saya sejak 1992 selalu sampaikan konsep petik, olah, kemas, jual. Nilai tambah produk justru diperoleh setelah proses pengolahan dan pengemasan. Packaging yang baik akan meningkatkan nilai jual produk petani maupun nelayan," ujar Khofifah.
Ia menyoroti banyak hasil pertanian dan perikanan merugi karena minim fasilitas pengolahan. Produk melimpah saat panen sering tak terserap pasar dan berakhir membusuk.
CEO Krista Exhibitions Daud Salim menyebut tahun ini jadi momentum spesial. Untuk pertama kalinya nama "Allpack Surabaya" dipakai sebagai identitas baru pameran teknologi pengolahan dan pengemasan di Jatim.
Perubahan nama ini menandai cakupan pameran yang lebih luas sebagai bagian dari jaringan Allpack Indonesia, pameran teknologi packaging terbesar di Indonesia yang rutin digelar di Jakarta.
"Melalui Allpack Surabaya kami bawa standar pameran nasional dan internasional lebih dekat ke pelaku industri di Jawa Timur dan Indonesia Timur," kata Daud.
Baca juga: Shodiqin Nahkodai BKKBN Jatim, Dilantik Khofifah di Gedung Negara Grahadi
Pameran 4 hari ini menampilkan mesin pengolahan makanan, mesin pengemasan, otomasi pabrik, bahan kemasan plastik, kertas, aluminium, kaca, hingga kemasan ramah lingkungan. Sekitar 30 pelaku IKM dan UMKM Jatim juga ikut ambil bagian.
Daud menambahkan banyak peserta menawarkan layanan OEM. Ini peluang UMKM membangun merek sendiri dengan dukungan manufaktur profesional.
Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan Kemenperin RI Afrizal Haris bilang paradigma kemasan sudah berubah. Kini kemasan harus penuhi aspek keamanan pangan, legalitas, keberlanjutan lingkungan, hingga tuntutan perdagangan global.
"Kalau dulu kemasan yang penting murah, sekarang harus memenuhi standar, cantumkan info lengkap, serta pakai material ramah lingkungan dan bisa didaur ulang," ujarnya.
Baca juga: Enam Tahun Jatim Cerdas, Pendidikan Jawa Timur Makin Merata dan Berdampak
Afrizal ungkap Kemenperin sudah fasilitasi 2.169 IKM lewat konsultasi desain kemasan dan bantu cetak kemasan 679 IKM di seluruh Indonesia. Platform digital "Kemasan" juga dikembangkan untuk layanan konsultasi hingga peningkatan kualitas secara terintegrasi.
Indonesia Packaging Federation IPF juga dukung penuh. Ketua IPF Aria Susanti menilai industri pengemasan terus tumbuh seiring naiknya permintaan dari sektor makanan, kosmetik, farmasi, hingga jamu. IPF gelar seminar "Building Circular Packaging Ecosystem in Indonesia" bahas inovasi ekonomi sirkular.
Dengan Allpack Surabaya Expo 2026, Jatim ditarget memperkuat posisi sebagai pusat industri manufaktur, pengolahan, dan pengemasan terbesar di Indonesia sekaligus gerbang distribusi produk nasional ke pasar global.
Editor : Deni