Judes Gelar Lomba Fotografi, 9 Karya Terpilih Jadi Finalis

Reporter : Deni Noel
Proses penjurian lomba fotografi Judes dalam rangka HUT ke-81 RI di Surabaya. Sebanyak 148 karya mengikuti kompetisi tersebut dan sembilan foto terpilih sebagai finalis.

SURABAYA, KABAHIT.COM – Memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia, Jurnalis Dewan Surabaya (Judes) menggelar kompetisi fotografi bagi para jurnalis yang sehari-hari meliput aktivitas DPRD Kota Surabaya. Perlombaan ini juga terbuka bagi jajaran Sekretariat DPRD Surabaya.

Rangkaian lomba telah berlangsung sejak awal Juli 2026. Peserta diberi kesempatan mengirimkan karya mulai 7 Juli hingga 6 Agustus 2026. Setelah masa pengumpulan berakhir, panitia melakukan proses seleksi pada 8 Agustus 2026 untuk menentukan karya-karya terbaik.

Baca juga: Sambut HUT RI ke-81, JUDES Siapkan Lomba hingga Forum Diskusi Kebangsaan

Ketua Panitia Lomba Fotografi Judes, Joesandi, menyebut terdapat 148 foto yang diterima selama periode pendaftaran. Setelah melewati penyaringan awal, sebanyak 92 karya dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti tahapan penilaian berikutnya.

Dari proses tersebut, panitia akhirnya menetapkan sembilan karya sebagai finalis yang akan mengikuti tahap akhir kompetisi.

“Dari foto-foto yang masuk, sudah melalui beberapa tahap seleksi hingga akhirnya menjadi 9 foto yang masuk nominasi finalis. Besok akan kita pajang di Gedung Dewan untuk pameran dan bisa dilihat selama 8 hari,” ujar Joesandi, Jumat (7/8/2026).

Penilaian melibatkan tiga juri dengan latar belakang berbeda, yakni wartawan senior PWI Jawa Timur Siti Nasyi'ah , Imam yang dikenal sebagai penikmat fotografi, serta Ketua Judes Inyong Maulana.

Salah satu juri, Ita, mengatakan secara umum karya peserta sudah menunjukkan kemampuan menangkap nilai berita. Menurutnya, hal tersebut menjadi keunggulan karena mayoritas peserta merupakan wartawan yang terbiasa mengidentifikasi momentum penting dalam sebuah peristiwa.

Meski demikian, ia menilai aspek teknis fotografi masih perlu ditingkatkan. Komposisi, teknik pengambilan gambar, hingga kemampuan menghasilkan visual yang lebih kuat menjadi beberapa hal yang menurutnya perlu mendapat perhatian.

“Saya melihat dari sisi teknik pemotretan masih kurang. Tapi yang lainnya sudah oke, dari sisi news sudah bagus karena memang mereka wartawan. Cuma teknik memotretnya yang perlu diperhatikan, karena mungkin mereka bukan fotografer,” katanya.

Baca juga: Meski Diguyur Hujan, Jurnalis DPRD Surabaya Tetap Berbagi Takjil

Ita menilai keterampilan fotografi seharusnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kemampuan jurnalistik. Wartawan yang menguasai teknik visual dinilai dapat menghasilkan foto yang lebih mendukung informasi dalam sebuah berita.

“Itu yang perlu diberi pelajaran. Wartawan tulis juga wajib hukumnya belajar teknik fotografi, sehingga foto yang dihasilkan bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, juri lainnya, Imam, menekankan pentingnya menentukan angle yang tepat ketika mengambil gambar. Menurutnya, foto jurnalistik bukan hanya soal merekam kejadian, tetapi juga harus mampu menghadirkan suasana dan karakter dari peristiwa tersebut.

Ia mencontohkan foto demonstrasi. Menurutnya, visual yang baik seharusnya mampu membuat orang yang melihat foto tersebut ikut merasakan dinamika atau atmosfer aksi yang sedang berlangsung.

“Jadi, ketika temanya demo, kita melihat gambarnya yang menarik dan bisa menangkap keseruan demo itu seperti apa. Kalau gambar yang diambil itu demo tetapi tidak punya rohnya demo, ya jadi tidak menarik,” jelasnya.

Baca juga: Judes FC Boyong Piala PWI,Tekuk Pokja Polda Jatim Lewat Adu Pinalti

Selain kekuatan pesan, Imam juga memperhatikan aspek teknis seperti fokus dan sudut pengambilan gambar. Ia menyebut masih terdapat sejumlah karya yang belum maksimal dalam hal ketajaman gambar, khususnya foto yang diambil menggunakan telepon pintar.

“Pesannya harus kena, itu yang kita perhatikan. Kemudian yang perlu menjadi perhatian adalah pengambilan foto yang masih ada beberapa kurang fokus, mungkin karena memang menggunakan smartphone. Jadi, angle-nya perlu dikuatkan dan teknik pemotretannya juga perlu dipertajam,” pungkasnya.

Sembilan karya yang lolos sebagai finalis selanjutnya akan dipamerkan di Gedung DPRD Surabaya. Pameran tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sebelum penetapan pemenang.

Sementara itu, pengumuman dan penentuan juara lomba fotografi Judes dijadwalkan berlangsung pada 20 Agustus 2026.

Editor : Tri Karyono

PEMERINTAHAN
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru