KABARHIT, SURABAYA - Masa reses menjadi menjadi momen bagi masyarakat menumpahkan keluh kesah maupun problem kampung mereka kepada wakil rakyatnya. Kesempatan ini pula yang dimanfaatkan Sumiyati (50), warga Kelurahan Petemon, saat menghadiri reses Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti, Rabu (18/2).
Bu Rudi, sapaan akrab Sumiyati, itu menyampaikan perihal keinginan untuk menyekolahkan putrinya hingga jenjang perguruan tinggi. Namun karena terkendala biaya, ia pun meminta bantuan kepada politisi PKS tersebut.
Menerima aduan ini, Pimpinan DPRD Surabaya yang dikenal memiliki kepedulian besar terhadap dunia pendidikan di Kota Pahlawan itu pun memberi dukungan dan semangat pada Bu Rudi menyangkut keterbatasan yang ia miliki.
Untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat memanfaatkan program beasiswa kuliah gratis yang dibiayai Pemkot dan nantinya untuk mendapat tambahan uang sangu pula, ucap Reni sembari memberi semangat.
Skema program beasiswa tersebut, lanjut legislator PKS itu, diperuntukkan bagi anak-anak Surabaya dari kalangan MBR yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) di Surabaya.
Bagi calon mahasiswa baru yang diterima di PTN lewat jalur SNMPTN atau UTBK (SBMPTN), bisa memanfaatkan program beasiswa kuliah ini, ajak Reni.
Pihaknya pun menghimbau agar para orang tua terus memberi dukungan kepada buah hatinya untuk semangat belajar demi mengenyam pendidikan tinggi dan menggapai cita-cita mereka.
Diketahui Bu Rudi mengurus anak semata wayangnya seorang diri lantaran suaminya telah wafat. Mereka tinggal di rumah kontrakan sederhana. Sepeda pancal lawas menjadi kendaran satu-satunya yang ia miliki untuk bepergian termasuk juga saat datang ke lokasi reses.
Putrinya, Raudha saat ini mengenyam pendidikan di SMA swasta di Surabaya dan tengah menginjak kelas 2. Menurut informasi, kepala sekolah setempat juga memberikan keringan biaya SPP yang dipangkas separuh dari yang semestinya dibayarkan.
Diketahui, Bu Rudi merupakan warga kurang mampu atau MBR. Demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, sehari-harinya ia berjualan nasi bungkus maupun membuat jajanan tradisional saat ada pesanan sesekali.
and
Editor : Deni