Pemkot Surabaya Gencarkan Pengembangan Transportasi Terintegrasi, Komisi C DPRD Beri Dukungan Kritis

SURABAYA , KABARHIT.COM – Wali Kota Eri Cahyadi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sistem transportasi publik yang terintegrasi. Proyek ambisius ini direncanakan berlangsung hingga tahun 2029 dan dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi bagi masyarakat. Dukungan sekaligus pengawasan datang dari anggota Komisi C DPRD Surabaya, Buchori Imron, yang menilai langkah ini sebagai upaya positif namun perlu disertai perencanaan dan pelaksanaan yang matang.

Buchori Imron, legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), mengapresiasi inisiatif Pemkot Surabaya dalam menambah rute baru transportasi umum guna mempermudah mobilitas warga. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa fokus tidak hanya pada ekspansi rute, tetapi juga pada kualitas armada dan kenyamanan penumpang.

“Saya mendukung penuh upaya Pemkot dalam menambah rute-rute baru. Namun, yang tak kalah penting adalah memastikan kualitas armada tetap prima dan kenyamanan penumpang terjaga. Transportasi publik tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas layanan,” ungkap Buchori.

Ia juga menyoroti perlunya pembenahan sistem pembayaran agar lebih efisien serta peningkatan fasilitas ramah disabilitas. “Kita harus memastikan transportasi publik bisa diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Inklusivitas ini penting untuk menciptakan transportasi yang benar-benar merangkul semua lapisan warga,” tambahnya.

Dalam aspek infrastruktur, Buchori menggarisbawahi pentingnya halte modern yang nyaman, dilengkapi denah rute, dan pelindung dari cuaca buruk. Desain halte yang menarik juga dinilai sebagai peluang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemasangan iklan.

Selain infrastruktur, Buchori menilai kualitas pelayanan dari sopir dan kondektur sebagai elemen penting. Ia berharap sopir bersikap profesional, ramah, dan berpakaian rapi untuk menciptakan pengalaman yang lebih menyenangkan bagi penumpang. “Pelayanan yang ramah dari pengemudi dapat menciptakan hubungan baik antara penumpang dan petugas, sehingga transportasi publik menjadi lebih manusiawi,” jelasnya.

Pemkot Surabaya juga berencana mengintegrasikan sistem transportasi baru dengan jaringan Trans Jawa Timur untuk menghubungkan wilayah padat penduduk. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi perjalanan dan memperluas aksesibilitas warga.

“Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkot Surabaya dalam memberikan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan efisien. Namun, pengawasan yang konsisten sangat dibutuhkan untuk memastikan keberhasilan program ini,” pungkas Buchori.

Pengembangan transportasi publik terintegrasi di Surabaya diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan, meningkatkan mobilitas warga, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dengan menciptakan sistem transportasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor : Deni