Gotong Royong Melawan Korupsi, Dipertakpjatim Siap Ciptakan Pertanian Berintegritas

SURABAYA, KABARHIT.COM - Menjelang peringatan hari antikorupsi sedunia (Hakordia) 2024, Dinas Pertanian dan Ketanganan Pangan Jawa Timur (Dipertakpjatim) berkomitmen untuk melawan korupsi yang jadi isu penting bersama -  sama di Jatim. Terlebih, sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian kita. 

Hal tersebut diungkapkan langsung Kepala Dinas Pertanian dan Ketanganan Pangan Provinsi Jawa Timur (Jatim) Heru Suseno. 

"Ini sangat penting untuk memastikan seluruh sektor bebas dari praktik korupsi yang dapat merusak kepercayaan masyarakat dan merugikan petani," ujarnya dalam keterangan pers diterima oleh redaksi, Rabu (4/12/2024). 

Heru mengatakan bahwa korupsi merupakan ancaman nyata yang dapat menghambat upaya kita dalam mencapai kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

"Praktik - praktik korupsi dalam distribusi pupuk, benih, bantuan pemerintah, dan program - program pertanian lainnya harus kita hentikan. Kita perlu membangun tata kelola transparan, akuntabel, dan berintegritas tinggi," jelasnya. 

Dalam rangka memberantas korupsi di sektor pertanian, Heru mengajak seluruh jajaran Dinas Pertanian, petani, serta semua pihak terkait untuk bersama-sama untuk Menjunjung tinggi nilai-nilai integritas dengan Selalu bertindak jujur, adil, dan tidak memanfaatkan jabatan untuk keuntungan pribadi.

“Selain itu Menerapkan transparansi dengan membuka akses informasi yang jelas dan akurat terkait program dan bantuan pemerintah. Serta turut Mengawasi dan melaporkan praktik korupsi dengan Berperan aktif dalam mengawasi setiap kegiatan dan tidak ragu untuk melaporkan jika menemukan indikasi korupsi," ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketanganan Pangan Jatim.4/12/2024

Dalam kesempatannya, Heru  menuturkan bahwa mari kita bersama-sama untuk memperkuat komitmen dalam memerangi korupsi demi terwujudnya pertanian yang berkelanjutan, produktif, dan sejahtera.

“Dengan semangat gotong royong, kita dapat menciptakan lingkungan pertanian yang bersih dan bebas dari korupsi," tutur dia.

Heru Suseno menjelaskan bahwa Pihaknya saat ini telah memiliki beberapa program strategis untuk meningkatkan produktivitas petani yang salah satunya Program Penataan Prasarana Pertanian dengan memfokus pada peningkatan infrastruktur pertanian untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

“Selain itu, kita punya Program Pengawasan Peredaran Sarana Pertanian dengan Mengawasi dan mengembangkan sarana pertanian untuk mendukung produksi tanaman pangan," imbuh Heru. 

Heru mengungkapkan bahwa terdapat program Digital Farming Jatim Agro yakni Program digitalisasi yang mencakup Virtual Expo, Virtual Office, dan layanan Business to Business (B2B) untuk memajukan pertanian di Jawa Timur.

“Serta Pelatihan dan Sertifikasi yaitu Program pelatihan berbasis inovasi seperti Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP), serta sertifikasi kompetensi untuk meningkatkan keterampilan petani," pungkasnya.

Editor : Ipl