Batik Bojonegoro Go Digital, Pelatihan Dosen Unesa Jadi Kunci Tata Kelola Baru

Batik Bojonegoro Go Digital, Pelatihan Dosen Unesa Jadi Kunci Tata Kelola Baru. (Foto: Istimewa)
Batik Bojonegoro Go Digital, Pelatihan Dosen Unesa Jadi Kunci Tata Kelola Baru. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORO, KABARHIT.COM - Tim Dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Jember menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) di Desa Jono, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, Kamis (7/8/2025) lalu. 

Kegiatan ini bertemakan tentang introduksi teknologi produksi dan tata kelola usaha batik di Kabupaten Bojonegoro untuk menciptakan smart dan green entrepreneurship. Dan, acara ini merupakan kegiatan ke-2 yang merupakan rangkaian pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan pada bulan Juli sebelumnya. 

Acara ini didanai dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. 

Ketiga dosen dari program studi berbeda di Universitas Negeri yakni Akuntansi, Teknik Informatika, dan Pendidikan Seni Rupa. Tim ini diketuai oleh Rediyanto Putra, dengan anggota Paramitha Nerisafitra dan Ika Anggun Camelia.

Kegiatan ini turut dibantu oleh mahasiswa dari tiga program studi berbeda. Kegiatan kedua berupa pelatihan pembuatan desain kemasan premium kain batik, produk olahan limbah kain batik, serta penggunaan aplikasi keuangan berbasis Android.

Dalam sambutannya, Ketua Tim PKM Unesa, Rediyanto Putra, mengatakan bahwa Kabupaten Bojonegoro dipilih sebagai lokasi fokus pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat karena kekhasannya dalam industri batik.

"Saya memilih Kabupaten Bojonegoro ini sebagai fokus kegiatan pengabdian masyarakat, karena Bojonegoro memiliki kekhasan dalam industri batik," ujar pria akrab dipanggil Redi melalui keterangan tertulis diterima redaksi di Surabaya, Kamis (25/9/2025). 

Redi menyampaikan bahwa motif batik Bojonegoro ini memiliki ciri khas yaitu bermotifkan pari sumilak atau yang bermakna motif padi yang menguning atau siap panen. 

"Motif ini sangat menggambarkan potensi Bojonegoro dalam aspek pertanian. Motif ini telah menunjukkan Bojonegoro siap untuk memenuhi kebutuhan pangan, berupa padi bagi warganya," jelasnya. 

Lebih lanjut, Redi menjelaskan bahwa batik Sesa adalah salah satu kerajinan batik tulis yang ada di Bojonegoro, usaha ini cukup terbilang baru. 

"Batik sesa ini terletak di Dusun Kajangan RT.16/RW.04 Desa Jono, Kecamatan Temayang. Usaha ini sudah cukup terbilang baru karena didirikan sejak 2019. Namun, usaha batik tulis ini memiliki perbedaan dengan batik lainnya," jelas Dosen Akuntansi Unesa. 

"Karena, selain menghasilkan batik tulis. Usaha ini juga menghasilkan batik ecoprint yang menggunakan bahan-bahan alami untuk pewarnaan motif batik yang dibuat," tambahnya. 

Ia juga menuturkan, produk batik ecoprint yang dibuat masih belum maksimal penjualannya dibandingkan batik tulis karena warnanya yang kurang cerah. 

"Pelatihan digitalisasi ini pada pengrajin batik melalui desain packaging premium batik, pembuatan produk olahan limbah batik, dan aplikasi keuangan berbasis sistem android," tutur Ketua Tim PKM Unesa. 

"Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing usaha batik Sesa yang sudah tidak tahun menjalankan usahanya," kata Redi.

Menurut Redi, pelatihan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran usaha batik Sesa dan juga membantu untuk menghasilkan kualitas tata kelola keuangan lebih baik.

"Tak hanya itu, mereka bisa mendapatkan bantuan pembiayaan lebu baik dari lembaga keuangan baik bank maupun non bank," tukas Redi. 

"Dan, kami akan melakukan kegiatan berikut dengan lebih fokus pada penggunaan teknologi meja ergonomis, mesin pengolah linag, dan mesin pencetak cap batik semi otomatis," pungkasnya.

Editor : Ipl