SIDOARJO, KABARHIT.COM - Tim PKM Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar pelatihan deep learning bagi guru MGMP Ekonomi Kabupaten Sidoarjo pada Sabtu (10/5/2025) lalu.
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu para pendidik ekonomi dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning pada proses pembelajaran di kelas.
Dan, kegiatan ini berkolaborasi dengan MGMP Ekonomi yang diikuti sebanyak 55 peserta.
Lima dosen yang terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah yang diketuai Dr. Dhiah Fitrayati, S.Pd., ME., dengan. beranggotakan Heni Purwa Pamungkas, S.Pd., M.Pd., Eka Indah Nurlaili, S.Pd., M.Pd., Amirusholihin, S.Pd., M.Sc., dan M. Abdul Ghofur, S.Pd., M.Pd.
Ketua TIm PKM Pendidikan Ekonomi Unesa Dr. Dhiah Fitrayati, S.Pd., ME menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara MGMP Ekonomi dengan tim kami, dimana tema pelatihan yang diusung merupakan usulan dari MGMP tersebut.
"Para pendidik ekonomi merasa belum sepenuhnya memahami cara mengimplementasikan pendekatan deep learning pada saat mengajar, sehingga perlu adanya pelatihan khusus untuk membantu meningkatkan pemahaman para pendidik ekonomi terkait pendekatan tersebut," ujarnya melalui keterangan tertulis diterima redaksi, Minggu (19/10/2025).
Perempuan akrab dipanggil Dhiah mengatakan bahwa pelatihan deep learning berlangsung selama satu Minggu dengan kombinasi pelatihan asynchronous dan synchronous.
"Pasa hari pertama, para peserta dibekali pemahaman secara teoritis mengenai pendekatan deep learning serta cara mengimplementasikan dalam pembelajaran," jelas Ketua PKM Pendidikan Ekonomi Unesa.
Dhiah menjelaskan, para peserta diberi waktu selama satu minggu untuk menyusun perangkat pembelajaran dengan menggunakan pendekatan deep learning.
"Selama masa penyusunan, peserta dapat melakukan konsultasi secara daring dengan para narasumber apabila mereka mengalami kendala," imbuh dia.
"Melalui pelatihan ini, kami berharap peningkatan kompetensi pedagogik para pendidik ekonomi se-kabupaten Sidoarjo, dari yang awalnya belum memahami konsep deep learning hingga mampu mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran," pungkasnya.
Editor : Ipl