Reses di Ploso Timur, Lilik DPRD Jatim Dapat Keluhan Pajak hingga Pembiayaan KUR

Anggota DPRD Jawa Timur (Jatim) dari Dapil 1 (Kota Surabaya) Lilik Hendarwati menyerap aspirasi masyarakat saat menggelar reses titik ke-4 di Jalan Ploso Timur X, Tambaksari, Kota Surabaya. (Foto: istimewa)
Anggota DPRD Jawa Timur (Jatim) dari Dapil 1 (Kota Surabaya) Lilik Hendarwati menyerap aspirasi masyarakat saat menggelar reses titik ke-4 di Jalan Ploso Timur X, Tambaksari, Kota Surabaya. (Foto: istimewa)

SURABAYA, KABARHIT.COM – Anggota DPRD Jawa Timur (Jatim) dari Dapil 1 (Kota Surabaya) Lilik Hendarwati menyerap aspirasi masyarakat saat menggelar reses titik ke-4 di Jalan Ploso Timur X, Tambaksari, Kota Surabaya pada Sabtu (22/11/2025) malam. 

Anggota DPRD Jatim Dapil 1  Lilik Hendarwati mengatakan ada beberapa keluhan dari warga, mulai dari persoalan perpajakan, pendidikan, insfratruktur, hingga kredit usaha rakyat (KUR).

"Soal perpajakan, masyarakat perlu memahami bahwa pajak adalah sumber pendapatan pemerintah yang kembali ke rakyat dalam bentuk kegiatan. Entah itu, infrastuktur, layanan kesehatan, pendidikan, dan lainnya," ujarnya. 

Lilik juga menilai masih banyak warga terpengaruh isu terkait pajak gratis. Hal ini membuat sebagian masyarakat berharap mendapatkan pembebasan pajak, meski secara ekonomi tergolong mampu.

"Karena itu, pertemuan seperti ini penting untuk memberikan pemahaman. Pajak pada dasarnya adalah kewajiban. Kita jelaskan supaya mereka bisa menerima dan tidak salah persepsi," jelas Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim. 

Terkait pendidikan, Lilik juga menyebut biaya sekolah yang dirasa mahal membuat banyak orang tua ingin anaknya masuk sekolah negeri. Padahal, saya tampung sekolah negeri terbatas. 

"Kita sampaikan bahwa pemerintah sudah mendukung dan memberikan anggaran melalui BPOPP untuk sekolah negeri maupun swasta. Kalau ada kekurangan, perlu sinergi dengan masyarakat," imbuh Anggota Komisi C DPRD Jatim. 

Lilik menekankan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada status sekolah negeri. 

"Mindset bahwa sekolah swasta membuat anak tidak pintar harus diubah. Yang penting seusia kebutuhan dan potensi anak tersebut," tandasnya.

Dalam reses tersebut, Lilik turut menerima aspirasi pelaku UMKM soal akses permodalan. Banyak pelaku usaha di sini yang masih kesulitan mendapatkan pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR). 

"Kami akan bantu fasilitasi mereka untuk bertemu dengan Bank Jatim, agar bisa memperoleh pembiayaan atau permodalan tersebut," pungkasnya.

Editor : Ipul