FGD Solitaris Berkarya Dorong Surabaya Adopsi Pengadaan Barang/Jasa Ramah Disabilitas

Solidaritas Disabilitas Mandiri Surabaya (SOLITARIS) bersama Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI dan Kedaibilitas menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Gedung Siola Surabaya. (Foto: Istimewa)
Solidaritas Disabilitas Mandiri Surabaya (SOLITARIS) bersama Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI dan Kedaibilitas menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Gedung Siola Surabaya. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, KABARHIT.COM -Solidaritas Disabilitas Mandiri Surabaya (SOLITARIS) bersama Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI dan Kedaibilitas menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Gedung Siola Surabaya, Selasa (11/11/2025) lalu. 

Kegiatan ini menjadi langkah awal pengembangan kelas inkubasi pengusaha kuliner disabilitas di Kota Surabaya. Program bertajuk Solitaris Berkarya ini disponsori oleh PT Pertamina, serta mendapat dukungan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dan sejumlah aktivis perempuan.

Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Komisioner KND RI Eka Prastama Widiyanta, Kepala Dinsos Surabaya Mia Santi Dewi yang mewakili Wali Kota Surabaya, Wahyudi Wibowo Ketua Unit Layanan Disabilitas UKWM, aktivis perempuan dan pembina SOLITARIS Agatha Retnosari, serta Founder Kedaibilitas sekaligus mahasiswa pascasarjana UKWM Andi Fuad Rachmadi.

Founder Kedaibilitas Andi Fuad Rachmadi mengatakan FGD ini menjadi forum strategis untuk merumuskan peluang pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas, mulai dari strategi pemasaran, akses pasar, hingga peluang memasukkan usaha disabilitas ke rantai pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Program ini dirancang agar peserta pelatihan memiliki akses nyata terhadap pasar dan peluang usaha setelah proses pelatihan selesai,” ujarnya, dalam keterangan tertulis, Jumat (28/11/2025). 

Dalam FGD tersebut, para narasumber mendorong Pemkot Surabaya mengambil langkah inovatif berupa alokasi persentase tertentu dalam kebutuhan pengadaan barang/jasa bagi pelaku usaha disabilitas. 

"Kebijakan ini diyakini dapat membuka pasar yang lebih stabil dan meningkatkan partisipasi ekonomi mereka," imbuhnya. 

Jika diterapkan, Kota Surabaya disebut berpotensi menjadi kota pertama di Indonesia yang mengimplementasikan skema pengadaan inklusif bagi usaha mandiri disabilitas.

“Harapannya, khususnya bagi pemuda disabilitas di sektor kuliner, program ini dapat membantu mereka mengembangkan usaha, memperluas jaringan, dan berkontribusi pada ekonomi kota,” pungkasnya.

Editor : Ipul