Lonjakan HIV di Surabaya Disorot, Lilik DPRD Jatim: Edukasi Harus Serius dan Menyeluruh

Anggota DPRD Jatim Dapil Surabaya, Lilik Hendarwati. (Foto: Istimewa)
Anggota DPRD Jatim Dapil Surabaya, Lilik Hendarwati. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, KABARHIT.COM - Lonjakan kasus HIV/AIDS di Kota Surabaya yang kini menjadi yang tertinggi di Jawa Timur mendapat sorotan dari Anggota DPRD Jatim Dapil Surabaya, Lilik Hendarwati.

Data terbaru mencatat Surabaya memiliki 368 kasus HIV, disusul Sidoarjo 270 kasus, Jember 229 kasus, dan Pasuruan 209 kasus.

Politikus PKS itu menyebut peningkatan ini sebagai alarm keras bagi Pemkot Surabaya untuk mengambil langkah cepat, terarah, dan komprehensif.

“Kita semua prihatin dengan meningkatnya angka HIV di Surabaya. Ini alarm penting bagi kota Surabaya untuk mengambil langkah lebih serius dan menyeluruh,” kata Lilik, seperti dikutip dari laman fraksipksjatim.id, Senin (1/12/2025).

Lilik menegaskan pentingnya edukasi publik sebagai langkah pencegahan. Edukasi itu, menurutnya, harus berisi informasi yang benar, mudah dipahami, dan tidak menimbulkan ketakutan di masyarakat.

“Edukasi harus dilakukan di ruang publik dan masuk ke sekolah-sekolah. Anak dan remaja perlu memahami kesehatan reproduksi, risiko penularan, dan cara melindungi diri,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim tersebut.

Ia menambahkan, edukasi sejak dini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan membekali generasi muda dengan pengetahuan yang benar agar tidak terjebak perilaku berisiko.

Lilik juga mendorong kolaborasi lintas pihak—pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, komunitas, hingga tokoh agama—untuk memperkuat edukasi yang berbasis data.

“Kita harus bertindak dengan pijakan yang tepat, tetapi tetap waspada sejak awal,” imbuhnya.

Lilik menekankan bahwa pendekatan terkait HIV/AIDS harus humanis dan tidak menimbulkan stigma terhadap ODHA, sekaligus tidak memicu kepanikan publik.

“Dengan edukasi yang benar dan respon yang terkoordinasi, kita bisa menekan penularan HIV tanpa stigma dan tanpa kepanikan. Kesadaran adalah langkah pertama menuju perlindungan,” pungkasnya.

Editor : Ipul