SURABAYA, KABARHIT.COM – Wakil Wali Kota Surabaya Armuji menegaskan bahwa konsolidasi internal PDI Perjuangan (PDIP) Surabaya terus berjalan hingga tingkat ranting. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah sorotan terhadap dinamika politik dan dugaan manuver sejumlah mantan kader yang dinilai berpindah haluan.
Saat ditemui pada Selasa (13/10/2026), Armuji menjelaskan bahwa konsolidasi partai yang dipimpinnya telah memasuki tahap penguatan struktur organisasi di tingkat paling bawah.
“Pada minggu ini selesai, sampai lima minggu depan selesai. Kerja-kerja konsolidasi partai itu kan sudah pada tataran tingkat ranting,” ujar Armuji.
Menurutnya, penguatan struktur hingga tingkat ranting menjadi bagian penting dalam memantapkan organisasi partai di akar rumput. Ia menyebut proses tersebut telah berjalan dan memasuki tahapan yang lebih mendalam dibandingkan sejumlah partai lain.
“Mungkin partai lain masih di tingkat DPD atau mungkin tingkat DPW, kita kan sudah pada tataran ranting,” jelasnya.
Meski menyinggung tahapan konsolidasi partai lain, Armuji menegaskan tidak ingin mencampuri urusan internal organisasi politik lainnya. Ia mengatakan setiap partai memiliki strategi dan mekanisme tersendiri dalam mengatur kepengurusan maupun menentukan arah politik.
“Kita tidak akan ngurusi partainya orang ngapain,” kata Armuji.
Armuji Sebut PDIP Seolah Menjadi Musuh Utama
Di tengah dinamika politik yang berkembang, Armuji juga menyoroti kesan bahwa PDIP seolah-olah menjadi sasaran utama sejumlah pihak. Menurutnya, situasi tersebut terlihat dari perkembangan politik yang belakangan menjadi perhatian.
“Tapi bagaimanapun kan ada beberapa partai. Bahkan, seakan-akan PDI itu menjadi musuh utamanya. Kesannya seperti itu,” ungkapnya.
Pernyataan Armuji tersebut muncul ketika dinamika internal PDIP Surabaya turut menjadi sorotan publik, terutama menjelang penentuan Ketua DPC PDIP Surabaya definitif.
Sebelumnya, seorang kader PDIP Surabaya berinisial AH menyampaikan kritik terhadap sejumlah persoalan internal partai. Ia juga menyinggung dugaan manuver politik yang menurut pengakuannya melibatkan Armuji.
AH menilai PDIP seharusnya menjadi rumah perjuangan bersama bagi para kader, bukan dijadikan alat untuk memenuhi kepentingan pribadi, keluarga, ataupun kelompok tertentu.
Ia mengungkapkan bahwa persoalan yang disorotinya telah berlangsung sejak November 2022. AH mengaku pernah mendengar langsung dari Armuji mengenai sejumlah keinginan politik, termasuk terkait jabatan wakil wali kota, posisi pimpinan dewan, serta pengelolaan partai oleh kader muda.
Selain itu, AH mengklaim Armuji kembali meminta dukungannya untuk menjadi Ketua DPC PDIP Surabaya setelah pelantikan kepala daerah pada Februari 2025. Namun, ia menyebut menolak permintaan tersebut karena ingin berpegang pada komitmen yang telah dibuat sebelumnya.
Tudingan terhadap Armuji Masih Memerlukan Klarifikasi
Sejumlah pernyataan AH tersebut menambah perhatian terhadap dinamika internal PDIP Surabaya. Meski demikian, tudingan yang disampaikan perlu dikonfirmasi lebih lanjut agar persoalan yang berkembang dapat dipahami secara utuh dan berimbang.
Dalam pernyataannya pada Selasa (13/10/2026), Armuji menyoroti konsolidasi partai dan dinamika politik yang berkembang. Namun, belum terdapat tanggapan langsung darinya mengenai seluruh tudingan spesifik yang disampaikan AH dalam informasi yang tersedia.
Karena itu, klarifikasi dari pihak-pihak terkait masih diperlukan untuk memastikan duduk perkara persoalan tersebut.
Di tengah berbagai sorotan itu, Armuji menegaskan bahwa penguatan struktur organisasi hingga tingkat ranting tetap menjadi fokus PDIP Surabaya. Ia berharap proses konsolidasi tersebut dapat memperkuat organisasi partai hingga ke akar rumput.
Perkembangan konsolidasi dan dinamika internal yang berlangsung selanjutnya akan menjadi perhatian dalam melihat arah politik PDIP Surabaya ke depan.
Editor : Tri Karyono