Desak KPK, Cak Dar Minta Ungkap Oknum PBNU Terseret Korupsi Kuota Haji

Reporter : Ipl
Aktivis Senior NU Jawa Timur Sudarsono Rahman, S.H. (Foto : Istimewa)

SURABAYA, KABARHIT.COM - Pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan aliran dana korupsi kuota haji yang mengarah ke PBNU menjadi polemik. Dugaan tersebut mencuat setelah KPK melakukan pengembangan penyidikan terhadap sejumlah saksi dalam kasus korupsi yang merugikan negara hingga lebih dari Rp1 triliun.

Aktivis Senior NU Jawa Timur Sudarsono Rahman, S.H mendesak KPK agar transparan dan tidak membuat kegaduhan dengan menyudutkan PBNU secara institusi. Menurutnya, kemungkinan besar dana haram tersebut mengalr kepada oknum-oknum di PBNU, bukan PBNU secara Institusional. 

Baca juga: Ikuti Sosialisasi SPI Pendidikan 2026, Kadindik Tegaskan Komitmen Perkuat Integritas Pendidikan

"KPK jangan bikin gaduh dengan menyebut aliran dana korupsi kuota haji ke PBNU. Kami yakin, itu bukan PBNU secara institusional, tetapi mungkin oknum-oknum yang ada didalamnya," ujarnya, melalui keterangan tertulis terima redaksi di Surabaya, Selasa (16/9/2025). 

Pria akrab dipanggil Cak Dar mendesak KPK untuk segera mengumumkan siapa saja individu yang menerima uang tersebut. Jika indikasi tersebut valid, ia meminta KPK tidak ragu untuk menangkap dan memenjarakan para pelaku. Langkah ini, menurut Cak Dar, akan memberikan sedikit kelegaan bagi warga NU. 

Baca juga: Isu Goyang Syuriah, Gus Yahya Tegaskan Tidak Pernah Berniat Mundur dari Jabatan Ketua Umum PBNU

"Bagi kami, NU itu keramat karena didirikan oleh para wali Allah. Kalau tidak terjadi hal-hal seperti ini, itu bukan PBNU-nya, tapi orang-orangnya atau yang sedang berkuasa. Saya berharap KPK bergerak cepat, tangkap, dan jebloskan ke penjara siapapun yang terlibat tanpa pandang bulu," jelas aktivis senior NU Jawa Timur.

Cak Dar mengungkapkan bahwa isu dugaan korupsi dana kuota haji dan kehadiran tokoh israel dalam acara perkaderan PBNU belakangan ini menjadi sorotan publik. Ia pun menilai, hal ini telah mencoreng nama baik PBNU di mata masyarakat. Oleh karena itu, Cak Dar mendesak PBNu segera melakukan instrospeksi diri. 

Baca juga: Diborgol dan Kenakan Baju Oranye, Bupati Sugiri Resmi Tersangka KPK Terjerat Tiga Klaster Suap

"PBNU harus instrospeksi diri dengan meminta maaf kepada warga Nu yang sudah dipermalukan oleh perilaku petinggi-petinggi di PBNU. Pihak yang bersangkutan harus mengundurkan diri," ungkap Cak Dar.

"Untuk itu, PBNU diharapkan segera melakukan Muktamar dipercepat sebagai bentuk pertanggung jawaban moral atas kejadian ini, sebelum ada desakan Muktamar luar biasa (MLB)," pungkasnya.

Editor : Ipl

PEMERINTAHAN
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru