GRESIK, KABARHIT.COM – Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Dr. Heryanto Susilo, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan manajemen usaha berbasis program One Village One Product (OVOP) di Desa Pelemwatu, Kabupaten Gresik, difokuskan untuk meningkatkan kapasitas pelaku industri kecil dan menengah binaan BUMDes Pelemwatu.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada pelaku usaha kecil dan industri rumahan di Desa Pelemwatu,” ujar Heryanto saat ditemui seusai pelatihan bertema Digitalisasi Pemasaran dan Efisiensi Operasional untuk Penguatan Kewirausahaan Lokal di Wisata Telaga Pelemwatu, Gresik, Sabtu (1/11/2025).
Baca juga: Edukasi Pajak untuk UMKM, Dosen FEB UWKS Blusukan ke Koperasi Sidoarjo
Menurut Heryanto, peserta pelatihan berasal dari pelaku IKM binaan BUMDes Pelemwatu. Total ada lebih dari 40 pelaku usaha yang terlibat. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Desa Pelemwatu Sukayin, Kepala BUMDes Setyo Budi, serta perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Gresik.
Ia pun menjelaskan pelatihan difokuskan pada penguatan pemasaran digital dan pengelolaan keuangan usaha. Sebagian besar pelaku usaha di desa ini masih bergerak dalam skala rumah tangga sehingga membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan daya saing.
“Meskipun skala usahanya kecil, mereka tetap membutuhkan fasilitas dalam hal pemasaran dan pengelolaan keuangan. Dengan pencatatan keuangan yang rapi, pelaku usaha bisa melihat perkembangan bisnisnya secara jelas,” ujarnya.
Heryanto menambahkan, Pelemwatu dipilih sebagai lokasi pengabdian karena desa ini memiliki jumlah IKM tinggi dan telah ditetapkan sebagai desa wisata. Desa tersebut juga menerima pendanaan khusus untuk pengembangan infrastruktur penunjang produk lokal.
Selain pelatihan, tim pengabdian juga menggelar focus group discussion (FGD) untuk menyerap aspirasi pelaku usaha tersebut. Salah satu masukan yang muncul adalah perlunya koordinasi dengan instansi terkait, seperti dinas lingkungan hidup dan lain-lain.
Baca juga: Unesa Ciptakan Peluang Usaha Batik Ecoprint bagi Ibu-ibu PKK Magetan
“Ketika berkaitan dengan aspek lingkungan, pelaku usaha juga perlu memahami aturan dan tata kelolanya. Kami ingin mereka tidak salah langkah dan mendapatkan pendampingan dalam proses perizinan maupun pengelolaan limbah,” imbuhnya.
Heryanto mengakui masih terdapat tantangan terkait kepastian regulasi dan pendampingan dari pemerintah daerah. Karena itu, tim pengabdian mengumpulkan masukan untuk mendorong penguatan dukungan pemerintah agar IKM bisa beroperasi lebih efektif dan berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan manajemen IKM, kepatuhan regulasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pembukaan lapangan kerja,” kata dia.
Di sisi lain, Kepala Desa Pelemwatu, Sukayin menyambut baik kegiatan tersebut. Ia pun berharap pelatihan ini mampu mendorong perkembangan usaha warga di desa ini.
“Mudah-mudahan para pelaku usaha di Pelemwatu semakin berkembang dan usahanya meningkat,” tukasnya.
Tim pengabdian ini terdiri dari Dr. Heryanto Susilo sebagai ketua, serta dua anggota yakni Dr. Mustakim, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Dr. Rusydianto, S.E., M.Ak. dari Universitas Gresik (Unigres).
Editor : Ipl