Tim PKM UNESA Bekali Santri Darul Fiqhi dengan Tiga Materi Krusial: Finansial, Hukum, dan Anti Kekerasan

lebaran kabarhit

SURABAYA, KABARHIT.COM - Pondok pesantren (Ponpes) masih muncul kekerasan, ini merupakan upaya pencegahan penanganan perlu terus diperkuat. Di samping itu, pengelolaan keuangan pribadi dan pemahaman hukum kerap menjadi aspek yang belum banyak disentuh dalam pembelajaran pesantren. Padahal keduanya berperan penting dalam membentuk kemandirian dan kesejahteraan hidup santri. 

Menyadari hal tersebut, Tim dosen Unesa mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Fiqhi Lamongan pada Senin (13/10/2025) lalu. 

Kegiatan ini bertajuk "Literasi Finansial, Hukum, dan Anti Kekerasan Berperspektif Islam untuk Peningkatan Wellbeing bagi Santri". Dan, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran finansial, hukum, dan anti kekerasan dengan pendekatan yang sesuai nilai-nilai Islam agar para santri dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, serta peduli terhadap lingkungan sosial.

11 dosen Unesa terlibat dalam pengabdian kepada masyarakat yang diketuai oleh Agung Ari Subagyo, B.A., M.Fil. I dengan beranggotakan Prof. Dr. Muhammad Turhan Yani, M.A; Dr. Moh. Khoirul Anwar, S.Ag., MEI; Prof. Dr. Mutimmatul Faidah M.Ag;  Dr. Sri Abidah Suryaningsih, M.Ag; Nurul Hikmah, Lc., M.HI; Kholida Ulfi Mubaroka, S.Sos., M.Sosio; Hendrawan Cahyaningrat, S.E; Muhammad Hakim Akmal, Arshella Angelina, dan Siti Makrufah.

Kegiatan tersebut tim PKM disambut hangat dengan ramah tamah bersama Pengasuh Ponpes KH. Abdul Adzim. 

Dalam sambutannya, Perwakilan Tim PKM Unesa Prof. Dr. Turhan Yani menyampaikan bahwa kegiatan ini membawa manfaat dan mampu memberikan bekal berharga.

"Saya berharap kegiatan ini memberikan dampak positif dan bermanfaat bagi para santri," ujanya melalui keterangan tertulis diterima redaksi, Selasa (4/11/2025).

Prof. Turhan juga mengungkapkan kegiatan ini nanti disampaikan tiga materi utama yang dikemas interaktif dan menyenangkan. 

"Setiap sesi diselingi dengan tepuk hemat dan tepuk anti kekerasan untuk menumbuhkan semangat serta menanamkan nilai-nilai tersebut dengan cara yang mudah diingat," ungkapnya. 

Ada beberapa materi yang akan disampaikan oleh narasumber kami. Diantaranya adalah adalah materi pertama tentang pembekalan literasi finansial santri disampaikan oleh Dr. Sri Abidah Suryaningsih. Lanjut, materi kedua tentang literasi anti kekerasan oleh Prof. Dr. Mutimmatul Faidah. Dan, materi ketiga tentang kesadaran hukum di kalangan santri ini disampaikan oleh Nurul Hikmah, Lc. M.HI.

"Selain penyampaian materi tersebut, para santri juga diminta untuk mengisi angket kesehatan mental guna mengukur tingkat kesejahteraan psikologis mereka," katanya. 

Prof. Turhan Yani mengatakan ada pula angket kesadaran hukum dan anti kekerasan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman santri terhadap isu - isu tersebut. 

"Hasil dari pengisian angket ini, diharapkan dapat memberikan gambaran awal terkait kondisi santri sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pihak pondok pesantren dalam memperkuat program pembinaan dan pendampingan santri," jelas Prof. Turhan Yani. 

Ia pun berharap kegiatan ini dapat menciptakan pesantren yang tidak hanya mencetak santri berilmu agak, tetapi juga berdaya secara finansial, peka terhadap hukum, dan berani menolak segala bentuk kekerasan. 

"Dengan bekal literasi yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai Islam, para santri diharapkan menjadi agen perubahan menjadi lingkungan pesantren yang aman, adil, dan Inklusif," harapnya. 

Di sisi lain itu, Pengasuh Ponpes Darul Fiqhi Lamongan KH Abdul Adzim mengapresiasi langkah Unesa dalam memberikan pendampingan berbasis nilai Islam. Menurutnya, agar para santri memetik pelajaran dari kegiatan tersebut dan peran santri dalam masyarakat sangatlah penting. 

"Santri orang sepele, le (santri tidak sepele nak)," pungkas dia dengan penuh semangat.

Editor : Ipul