SURABAYA, KABARHIT.COM – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus mendatang, DPRD Kota Surabaya dan Polrestabes Surabaya mempertegas satu pesan: keamanan kota tidak bisa dijaga sendiri, tapi harus lewat sinergi yang nyata.
Di tengah meningkatnya aktivitas warga, dua institusi ini sepakat memperkuat kolaborasi agar Surabaya tetap aman, tertib, dan nyaman bagi semua.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, dengan Kapolrestabes Surabaya. Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan upaya menyatukan langkah antara kebijakan dan penegakan hukum di lapangan.
Namun di balik suasana yang hangat, ada sejumlah persoalan serius yang ikut disorot—mulai dari perlindungan anak di era digital hingga maraknya juru parkir (jukir) liar yang masih menjadi keluhan warga.
“Perlindungan anak harus jadi prioritas. Di era digital seperti sekarang, ancamannya tidak hanya nyata di lapangan, tapi juga di dunia maya,” tegas Syaifuddin.
Ia menilai, anak-anak sebagai generasi penerus tidak boleh dibiarkan rentan terhadap berbagai risiko, baik kejahatan konvensional maupun ancaman digital yang kian kompleks.
Tak hanya itu, isu ketertiban lalu lintas hingga keharmonisan sosial di tengah keberagaman Surabaya juga menjadi perhatian. DPRD menekankan, menjaga kondusivitas kota bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif semua pihak, terutama kepolisian sebagai garda terdepan di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Kapolrestabes Surabaya menyatakan kesiapan penuh untuk memperkuat kolaborasi. Pihaknya menegaskan bahwa pendekatan ke depan tidak hanya bersifat penindakan, tetapi juga penataan dan solusi berkelanjutan.
Salah satu yang menjadi fokus adalah penertiban jukir liar—persoalan klasik yang hingga kini masih kerap memicu keresahan masyarakat.
“Masalah parkir liar ini akan kita bahas lebih teknis ke depan. Intinya, kita ingin semuanya lebih tertib, teratur, dan masyarakat merasa nyaman,” ujarnya.
Bagi warga Surabaya, isu-isu ini bukan hal sepele. Dari keamanan anak hingga ketertiban parkir, semuanya berkaitan langsung dengan rasa aman dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, sinergi antara DPRD dan Polrestabes bukan sekadar agenda formal, melainkan langkah penting untuk memastikan Kota Pahlawan tetap menjadi rumah yang aman dan inklusif bagi semua.
Editor : Deni