SURABAYA, KABARHIT.COM – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur (Jatim) Puguh Wiji Pamungkas menanggapi rencana Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menjadikan Jatim sebagai pilot project layanan one stop service untuk penanganan tuberculosis (TBC). Ia pun menilai langkah ini penting mengingat Jatim menjadi provinsi dengan kasus TBC terbanyak kedua di Indonesia.
“Program ini memanfaatkan puskesmas di seluruh kecamatan untuk pemeriksaan TBC. Kalau alatnya disupport Kemenkes, deteksi dini bisa dilakukan lebih cepat,” kata Puguh di Surabaya, Sabtu (16/11/2025).
Baca juga: Peringatan Satu Abad NU, Puguh DPRD Jatim: NU Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa
Menurut Puguh, dengan lebih dari enam ribu puskesmas dan puskesmas pembantu, layanan deteksi dini akan jauh lebih efektif. "Data kasus juga bisa didapat lebih cepat sehingga penanganan bisa dilakukan sejak awal," ujarnya.
Puguh menekankan pentingnya pemetaan wilayah dengan angka TBC tinggi, stagnan, atau menurun. Dengan begitu, pemerintah bisa menentukan langkah preventif yang tepat dan masif.
"Mulai edukasi, pendampingan, sampai sistem komprehensif dari Kemenkes, dinkes provinsi, kabupaten/kota, hingga kader kesehatan desa,” imbuh Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim.
Puguh menyebut Pemprov Jatim sebelumnya sempat menginisiasi ponkestes berbasis desa meski belum memiliki payung hukum jelas. Kehadiran puskesmas pembantu, kata Puguh, bisa menjadi infrastruktur pendukung deteksi awal penyakit, termasuk TBC.
“Meski mereka bukan fasilitas kesehatan selengkap rumah sakit, tapi cukup efektif sebagai sensor awal,” jelasnya.
Baca juga: 357 Warga Kab. Malang Terima KIP Jawara, Puguh DPRD Jatim: Langkah Nyata Transformasi Ekonomi
Puguh juga menyoroti peran kader kesehatan desa yang dinilai sangat penting.
"Mereka harus rutin dilatih untuk mampu mengenali tanda-tanda awal TBC sebelum warga dirujuk ke puskesmas untuk pemeriksaan laboratorium," tukasnya.
Anggota DPRD Jatim Dapil 6, lanjutnya, tetap mendukung penuh program kesehatan. Tahun ini saja, sektor kesehatan mendapat anggaran sekitar Rp6,3 triliun.
Baca juga: Tekan Pengangguran, Puguh DPRD Jatim Apresiasi Pelatihan BLK Singosari di Malang
"Kesehatan itu prioritas kedua setelah pendidikan. Preventif dan promotif harus diperkuat di tingkat layanan primer,” tegasnya.
Puguh pun berharap angka TBC di Jatim menurun lewat kolaborasi komprehensif antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
"Edukasi berkelanjutan dan kesadaran publik ini adalah menjadi kunci utama," pungkasnya.
Editor : Ipl