BLITAR, KABARHIT.COM – Transformasi baru tengah bergulir di Pantai Pudak, Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. Destinasi yang sebelumnya kurang tergarap itu kini mulai berbenah lewat kolaborasi pemerintah desa dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Pembenahan tersebut mencakup penerapan teknologi digital hingga penguatan konsep wisata ramah muslim untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya tarik wisata. Program digawangi Ketua Tim PKM Unesa Moh. Farih Fahmi bersama timnya—Moch Khoirul Anwar, Sri Abidah Suryaningsih, dan Rahmad Syaifuddi.
Baca juga: UMKM Gresik Melek Digital! Tim Akuntansi Unesa Bikin Modul Core Tax Super Simpel
Ketua Tim PKM Unesa Moh. Farih Fahmi mengatakan, tim bekerja sama dengan Pokdarwis Dewata Putro untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang menghambat perkembangan pariwisata setempat.
“Banyak tantangan yang kami temukan. Mulai dari minim inovasi, rendahnya serapan manfaat ekonomi, hingga indikator SDGs yang belum optimal,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (24/11/2025).
Selain itu, keterbatasan SDM dalam pengelolaan wisata digital juga menjadi kendala. Karena itu, tim menghadirkan uji coba aplikasi e-ticketing alamkuindonesia.com sebagai terobosan.
“Aplikasi ini diyakini mampu menjawab kebutuhan pengelolaan wisata yang lebih efisien dan modern,” tutur Farih.
Melalui sistem digital tersebut, pengunjung dapat membeli tiket secara mudah, sementara pengelola bisa memantau jumlah wisatawan hingga pemasukan secara real-time.
“Transparansi dan akurasi laporan keuangan meningkat signifikan berkat sistem terintegrasi,” imbuhnya.
Baca juga: Unesa Ciptakan Peluang Usaha Batik Ecoprint bagi Ibu-ibu PKK Magetan
Tak hanya menghadirkan inovasi teknologi, PKM Unesa juga memperkuat identitas Pantai Pudak sebagai destinasi ramah muslim. Pendampingan sertifikasi halal diberikan kepada UMKM sekitar kawasan wisata.
“Sejumlah pelaku usaha sudah menerima sertifikat halal setelah melalui proses sertifikasi PPH,” jelasnya.
Digitalisasi pariwisata juga diperkuat melalui pelatihan pengelolaan wisata berbasis digital dan manajemen keuangan bagi pengelola. Menurut Farih, antusiasme peserta cukup tinggi.
“Kehadiran aplikasi, tata kelola baru, serta peningkatan kapasitas SDM memberi angin segar bagi Pantai Pudak untuk menjadi destinasi yang lebih profesional dan kompetitif,” ungkapnya.
Ia pun berharap langkah tersebut membuka peluang ekonomi baru dan semakin menguatkan posisi Desa Ngadipuro dalam peta pariwisata Blitar.
“Transformasi ini bukan hanya pembaruan teknis, tetapi momentum bagi Pantai Pudak untuk naik kelas sebagai destinasi modern, inklusif, dan berkelanjutan,” tandas dia.
"Masyarakat pun berharap inovasi ini menjadi awal kebangkitan pariwisata desa yang selama ini memiliki potensi besar namun belum tergarap maksimal," pungkasnya.
Editor : Ipl