Candi Pari Sidoarjo, Destinasi Wisata Sejarah Peninggalan Majapahit

Reporter : Deni
Candi Pari merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang berlatar belakang agama Hindu. Candi ini dibangun pada tahun 1371 Masehi, pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk yang berkuasa antara tahun 1350 hingga 1389.

SIDOARJO, KABARHIT.COM — Candi merupakan situs peninggalan sejarah yang menjadi saksi bisu perkembangan peradaban masa lalu. Di Indonesia, candi tersebar di berbagai wilayah dan menjadi bukti kemajuan budaya serta keagamaan nenek moyang. Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi salah satu daerah yang memiliki sejumlah candi bersejarah, salah satunya adalah Candi Pari.

Candi Pari merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang berlatar belakang agama Hindu. Candi ini dibangun pada tahun 1371 Masehi, pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk yang berkuasa antara tahun 1350 hingga 1389. Keberadaan candi ini menunjukkan pengaruh kuat agama Hindu dalam kehidupan masyarakat Majapahit pada masa itu.

Baca juga: Candi Dermo Sidoarjo: Situs Peninggalan Hindu-Buddha di Tengah Permukiman Warga

Secara geografis, Candi Pari terletak di Jalan Purbakala, Desa Candipari Kulon, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Bangunan candi berbentuk persegi dan terbuat dari batu bata, menghadap ke arah barat.

Candi ini memiliki panjang sekitar 13,55 meter, lebar 13,40 meter, dan tinggi mencapai 13,80 meter. Sementara itu, bagian ambang batas serta gerbang candi dibuat dari batu alam andesit.

Penelitian mendalam terhadap Candi Pari pernah dilakukan oleh arkeolog Belanda N. J. Krom, yang kemudian menuliskannya dalam buku Inleiding tot de Hindoe-Javaansch Kunst pada tahun 1923.

Baca juga: Taman Abhirama Sidoarjo Tawarkan Wisata Keluarga Gratis dan Edukatif

Selain itu, pada tahun 1915, ditemukan sejumlah arca di sekitar kawasan candi, di antaranya dua Arca Siwa Mahadewa, dua Arca Agastaya, tujuh Arca Ganesha, dan tiga Arca Buddha. Seluruh arca tersebut kini disimpan di Museum Nasional.

Penemuan berbagai arca bercorak Hindu tersebut menjadi dasar kuat bagi para ahli untuk menyimpulkan bahwa Candi Pari merupakan candi yang digunakan sebagai tempat pemujaan agama Hindu.

Baca juga: Swiss-Belinn Airport Surabaya Ajak Pecinta Bunga Rayakan Merah Putih

Saat ini, Candi Pari tidak hanya berfungsi sebagai situs cagar budaya, tetapi juga menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah memasukkan Candi Pari ke dalam program lima destinasi City Tour gratis yang dapat dinikmati oleh masyarakat.

Keberadaan Candi Pari diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian warisan budaya, sekaligus menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.

Editor : Deni

PEMERINTAHAN
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru