SURABAYA, KABARHIT.COM - 19 Mei 2026 – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatatkan tren positif pada kinerja operasional bulanan. Pada April 2026, arus peti kemas di anak usaha Subholding Pelindo Terminal Petikemas ini tumbuh 4,31 persen secara bulanan (month-on-month).
Volume peti kemas meningkat dari 114 ribu Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) pada Maret 2026 menjadi 119 ribu TEUs pada April. Kinerja ini didominasi oleh peti kemas internasional yang mencapai 116 ribu TEUs, sementara peti kemas domestik menyumbang 3 ribu TEUs.
Baca juga: Pelindo Gaungkan Cinta Laut Lewat Mobil Hias Spektakuler di Surabaya Vaganza 2026
Dari sisi perdagangan internasional, aktivitas ekspor-impor juga menunjukkan tren positif. Arus ekspor naik 3,64 persen menjadi 57 ribu TEUs, sedangkan impor meningkat 9,25 persen menjadi 59 ribu TEUs dibandingkan bulan sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan ketangguhan operasional perusahaan di tengah dinamika logistik global. Menurutnya, pertumbuhan ini juga tidak lepas dari kepercayaan pelanggan dan pemangku kepentingan.
“Pertumbuhan arus peti kemas pada April 2026 secara month-on-month menunjukkan bahwa kinerja operasional TPS tetap tangguh. Kenaikan aktivitas ekspor dan impor ini mencerminkan adanya perbaikan pada aktivitas perdagangan serta komunikasi yang terjalin harmonis dengan seluruh pihak,” ujar Erika.
Meski demikian, secara tahunan (year-on-year) kinerja masih menghadapi tantangan. Sepanjang Januari hingga April 2026, total arus peti kemas tercatat 472 ribu TEUs, turun 5,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 498 ribu TEUs.
Erika menjelaskan, penurunan tersebut dipengaruhi faktor ketidakseimbangan (unbalancing) antara volume kargo dan jumlah kunjungan kapal (ship’s call). Jadwal pelayaran yang tetap berjalan tidak diimbangi dengan pertumbuhan volume kargo yang sepadan.
Baca juga: TPS Hadirkan Perspektif Global, Kupas Strategi Supply Chain Industri Pelayaran
Namun demikian, kunjungan kapal internasional ke TPS tetap mengalami peningkatan tipis sebesar 0,59 persen, dari 335 kunjungan menjadi 337 kunjungan pada empat bulan pertama tahun ini.
Saat ini, TPS tengah menjalankan transformasi operasional secara bertahap melalui peremajaan alat. Beberapa peralatan baru yang telah dioperasikan antara lain 14 unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) dan 4 unit Electric Container Crane (E-CC). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi layanan.
TPS juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan dan pemangku kepentingan atas dukungan terhadap kelancaran program transformasi yang sedang berjalan.
Kinerja layanan TPS turut mendapat apresiasi dari Dewan Pimpinan Cabang Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Surabaya. Sekretaris DPC INSA Surabaya, Dwi Agus, menilai berbagai perbaikan yang dilakukan TPS telah memberikan dampak positif bagi efisiensi dan kepastian layanan perusahaan pelayaran.
Baca juga: TPS Perkuat Transparansi ESG Lewat Pelatihan Penyusunan Sustainability Report
“Kami berharap TPS dapat terus memperkuat kolaborasi untuk mendukung kelancaran rantai pasok,” kata Dwi.
Sepanjang dua bulan pertama 2026, produktivitas bongkar muat TPS tercatat mencapai rata-rata 50 box/ship/hour, melampaui standar minimum 48 box/ship/hour yang ditetapkan Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak.
Dengan capaian tersebut, TPS tetap mempertahankan dominasinya dengan menguasai 83 persen pangsa pasar peti kemas internasional di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Editor : Deni