SURABAYA, KABARHIT.COM - Kota Surabaya berduka. Prof Ir Johan Silas, pakar arsitektur dan tata kota legendaris dari ITS, menghembuskan napas terakhir pada Senin, 8/6/2026 pukul 03.24 WIB di RS Kemenkes Surabaya. Di usia 90 tahun, ia menutup pengabdiannya sebagai salah satu arsitek utama yang membentuk wajah Kota Pahlawan.
Bagi Pemkot Surabaya, kepergian Johan Silas bukan sekadar kehilangan akademisi. Ia adalah pemikir yang selama puluhan tahun mengawal arah pembangunan kota.
Baca juga: Cross Musea Pertiwi di Museum Dr. Soetomo, Pameran Interaktif Sambut HJKS ke-733 Surabaya
Kepala Bappeda Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu menyebut, kontribusi Prof Johan terasa bukan hanya dari bangunan fisik, tapi dari cara pandang.
“Beliau menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. Kota harus tumbuh layak huni dan berkelanjutan,” ujar Yayuk, sapaan akrabnya, Selasa 9/6/2026.
Salah satu gagasan nyata beliau adalah Rusunawa Sombo. Konsep rumah susun sederhana sewa ini jadi pionir penataan permukiman padat kota. Di tengah gempuran urbanisasi, idenya membuktikan pembangunan bukan cuma soal beton, tapi soal kualitas hidup warga.
Hingga akhir hayatnya, Prof Johan tetap aktif. Sebagai penasihat *Tim Ahli Cagar Budaya Kota Surabaya*, ia mendorong pelestarian jejak sejarah agar tak tergerus modernisasi.
Baca juga: Pemkot Surabaya Matangkan Program Rusunami untuk Gen Z, Dua Investor Sudah Berminat
Di sektor hunian, perannya berlanjut lewat PT Yekape YKP sebagai Komisaris. Kawasan seperti *Eco Medayu dan Eco Wonosakti* lahir dari pemikiran beliau: hunian yang selaras lingkungan dan bermanfaat jangka panjang.
“Beliau konsisten. Selalu ingatkan pembangunan harus patuh aturan dan perencanaan matang. Itu prinsip yang beliau ajarkan ke banyak pihak,” tambah Yayuk.
Sebagai dosen ITS, Prof Johan jago menerjemahkan teori jadi solusi nyata. Banyak alumni bimbingannya kini jadi tulang punggung Pemkot Surabaya. Bahkan di usia senja, masukan dan arahan beliau soal masa depan kota tak pernah putus.
Baca juga: Banjir Surabaya Butuh Terobosan, DPRD Dorong Sistem Pemeliharaan Berkelanjutan
Pemkot memastikan warisan pemikiran beliau akan dilanjutkan. Mulai dari penataan ruang, perumahan, cagar budaya, sampai konsep kota berorientasi kesejahteraan.
“Prof Johan Silas adalah putra terbaik Surabaya. Jejaknya hidup di setiap sudut kota yang terus berkembang,” pungkasnya.
Editor : Deni