SURABAYA, KABARHIT.COM – Upaya nurunin biaya logistik nasional 14,29% mulai digas dari Surabaya. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian turun langsung ke PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) Kamis 2/7/2026 buat evaluasi integrasi kereta api dan kapal laut di Pelabuhan Tanjung Perak.
Kunjungan lapangan ini jadi langkah konkret pemerintah memperkuat daya saing logistik lewat layanan multimoda internasional dan pengembangan transhipment.
Baca juga: TPS Peduli Warga Sehat & Bahagia: Paket Pangan Bergizi Harga Rp2.000 di Surabaya
Rombongan pejabat beserta perwakilan BUMN kompak memakai helm putih dan rompi oranye Pelindo saat meninjau konektivitas jalur kereta api menuju kawasan pelabuhan. Peninjauan dilakukan sampai area kerja terbatas TPS buat mastiin sarana-prasarana siap dukung arus barang ekspor-impor.
Turut hadir Kemenhub, Kemenkeu, PT Pelindo Persero, Pelindo Regional 3, KAI Logistik, CMA CGM, GPEI, ALFI, GINSI, dan PPLI.
Asisten Deputi Pengembangan BUMN Kemenko Perekonomian, Yuli Sri Wilanti, menegaskan integrasi KA-pelabuhan-kapal laut solusi nurunin biaya logistik dan ngebut ekspor.
Baca juga: Mahasiswa ITS Pelajari Implementasi ISO 9001:2015 di PT Terminal Petikemas Surabaya
“Ekosistem logistik terintegrasi dari hulu ke hilir wajib terwujud. Jalur Jakarta–Semarang–Surabaya lewat Stasiun Gudang, Tawang, Benteng ini menyambung langsung ke Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak. Efisien, cepat, berkelanjutan,” jelasnya.
Dirut TPS Wahyu Widodo komit perkuat Tanjung Perak jadi gerbang dagang Indonesia Timur. Strateginya: optimalkan jalur rel masuk TPS, peremajaan alat bongkar muat, dan elektrifikasi.
Baca juga: TPS Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Program Kurban di Idul Adha 2026
Rapat koordinasi juga bahas pengembangan transhipment di Tanjung Perak.
Tujuannya: tarik petikemas internasional transit di Surabaya, jangan langsung ke Singapura/Malaysia. Kalo berhasil, efeknya ke lapangan kerja dan investasi logistik Jatim.
Editor : Deni