SURABAYA, KABARHIT.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kota Pahlawan. Ghifara Denok Prameswari, pelajar asal Surabaya berhasil meraih gelar Juara Puteri Kebaya Indonesia 2026 pada ajang pemilihan nasional yang digelar di Sleman, Yogyakarta, pada Juli 2026.
Keberhasilan remaja berusia 13 tahun itu mendapat apresiasi dari Anggota Komisi C DPRD Surabaya yang juga Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya, Siti Mariyam. Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar kemenangan dalam sebuah kompetisi, tetapi menjadi bukti bahwa pembinaan karakter melalui Gerakan Pramuka mampu melahirkan generasi muda yang berprestasi, bermental kuat, dan mencintai budaya bangsa.
Baca juga: Gelora Juang Surabaya Sambangi DPRD, Budi Leksono: Anak Muda Harus Wani Politik
Saat ditemui di Gedung DPRD Surabaya, Siti Mariyam mengaku bangga atas pencapaian Denok yang dinilai mampu mengharumkan nama Surabaya di tingkat nasional.
"Alhamdulillah, Denok yang masih berusia 13 tahun sudah mampu meraih prestasi tingkat nasional dengan mempertahankan budaya Indonesia melalui ajang Puteri Kebaya Indonesia. Ini prestasi yang sangat luar biasa," ujarnya.
Menurut Siti, keberhasilan tersebut tidak lepas dari proses pembinaan yang dijalani Denok selama aktif di Gerakan Pramuka. Pendidikan kepramukaan, kata dia, telah membentuk karakter disiplin, mandiri, tangguh, serta memiliki mental yang siap menghadapi berbagai tantangan.
Ia bahkan menyebut Denok sendiri mengakui bahwa ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti Pramuka menjadi bekal penting hingga mampu meraih prestasi nasional.
"Dia menyampaikan bahwa keberhasilannya juga berkat ilmu yang diperoleh selama aktif di Pramuka. Artinya pendidikan karakter yang selama ini kami tanamkan benar-benar memberi manfaat," katanya.
Lebih lanjut, Siti berharap keberhasilan tersebut tidak membuat Denok cepat berpuas diri. Ia meminta agar prestasi yang telah diraih menjadi motivasi untuk terus berkembang sekaligus menjaga amanah sebagai Puteri Kebaya Indonesia.
"Saya berharap Denok tetap menjadi anak yang rendah hati, tidak sombong meskipun telah meraih prestasi besar di usia muda. Semoga prestasi ini menjadi berkah bagi dirinya maupun keluarganya," tuturnya.
Siti juga menyoroti latar belakang keluarga Denok yang berasal dari kalangan sederhana. Menurutnya, kondisi ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih prestasi apabila memiliki semangat, kerja keras, dan dukungan yang tepat.
"Orang tuanya dari keluarga yang sederhana, tetapi anaknya mampu menjadi juara nasional. Ini luar biasa dan patut menjadi inspirasi bagi anak-anak Surabaya lainnya," ucapnya.
Usai meraih gelar tingkat nasional, Denok dijadwalkan mengikuti agenda berikutnya di Malaysia. Namun, Siti mengungkapkan keberangkatan tersebut membutuhkan dukungan pembiayaan karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Ia berharap Pemerintah Kota Surabaya dapat hadir memberikan perhatian kepada putra-putri daerah yang telah mengharumkan nama kota di tingkat nasional maupun internasional.
Baca juga: Kemiskinan Surabaya Turun 3,56%: Wali Kota Jawab Raperda LPJ APBD 2025 di DPRD
"Sementara ini semuanya masih dilakukan secara mandiri. Padahal sebentar lagi Denok akan berangkat ke Malaysia. Sangat disayangkan apabila prestasi sebesar ini berhenti hanya karena persoalan biaya," tegasnya.
Menurutnya, dukungan pemerintah tidak hanya berbentuk penghargaan, tetapi juga bantuan pembiayaan agar prestasi anak-anak Surabaya dapat terus berkembang hingga tingkat internasional.
Siti menilai Denok memiliki potensi besar menjadi duta budaya yang mampu memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mempromosikan Kota Surabaya di berbagai ajang internasional.
"Kalau nanti mengikuti tingkat Asia, dia bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Surabaya dan Indonesia. Karena itu perlu ada dukungan dari pemerintah maupun dinas terkait," katanya.
Ia juga mendorong agar pihak sekolah, pemerintah daerah, serta instansi yang membidangi pariwisata dan kebudayaan ikut memberikan perhatian terhadap keberlanjutan prestasi Denok.
"Sebagai kontingen dari Surabaya, tentu dia juga memiliki peran untuk memperkenalkan budaya dan potensi Kota Surabaya kepada masyarakat internasional," imbuhnya.
Baca juga: Kontroversi Dugaan Korupsi SWK Tambak Wedi, DPRD Surabaya Minta Tak Dikaitkan dengan Mutasi Lurah
Di tengah anggapan bahwa kegiatan Pramuka mulai kurang diminati kalangan pelajar, Siti menegaskan kenyataannya justru sebaliknya. Ia menyebut banyak alumni maupun anggota Pramuka yang berhasil menorehkan prestasi di berbagai bidang.
Menurutnya, pendidikan kepramukaan tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga membentuk moral, kepemimpinan, kemandirian, hingga kemampuan bekerja sama yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan.
"Semoga prestasi Denok menjadi penyemangat dan inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk aktif di Pramuka. Karena Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi tempat membentuk karakter dan menghantarkan anak-anak meraih cita-cita," ujarnya.
Ia mencontohkan, sejumlah alumni Pramuka Surabaya kini berhasil berkarier sebagai perwira TNI Angkatan Laut, profesional di berbagai perusahaan, hingga memperoleh kepercayaan memegang jabatan strategis.
Bahkan, kata Siti, tidak sedikit orang tua yang secara khusus mendorong anak-anaknya aktif di Pramuka karena melihat manfaat besar yang diberikan terhadap pembentukan karakter.
"Pramuka adalah tempat mendidik anak menjadi pribadi yang mandiri, berakhlak, disiplin, dan siap menghadapi masa depan. Di sanalah cita-cita anak-anak dibimbing untuk bisa diwujudkan," pungkasnya.
Editor : Deni Noel