KAI Daop 8 Surabaya Perkuat Konektivitas Transportasi Terintegrasi di Jawa Timur

Aktivitas penumpang di Stasiun Surabaya Gubeng dengan layanan kereta api jarak jauh dan komuter terintegrasi di wilayah Daop 8 Surabaya
Aktivitas penumpang di Stasiun Surabaya Gubeng dengan layanan kereta api jarak jauh dan komuter terintegrasi di wilayah Daop 8 Surabaya

SURABAYA, KABARHIT.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya terus meningkatkan konektivitas transportasi di Jawa Timur melalui integrasi layanan kereta api jarak jauh dengan kereta komuter dan lokal. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi KAI untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, efisien, dan terintegrasi bagi masyarakat.

Saat ini, dari total 40 stasiun yang melayani naik turun penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya, sebanyak 18 stasiun telah terintegrasi dengan layanan kereta komuter dan lokal. Stasiun tersebut antara lain Surabaya Kota, Surabaya Gubeng, Wonokromo, Mojokerto, Waru, Sidoarjo, Surabaya Pasarturi, Lamongan, Babat, Bojonegoro, Bangil, Lawang, Malang, Malang Kotalama, Kepanjen, Sumberpucung, Kesamben, dan Wlingi.

Kepala Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan integrasi ini menjadi wujud komitmen KAI dalam membangun sistem transportasi yang saling terhubung.

“Integrasi antara kereta api jarak jauh dengan kereta komuter maupun lokal memudahkan pelanggan untuk melanjutkan perjalanan secara lebih praktis dan efisien. Masyarakat dari berbagai daerah kini memiliki akses lebih mudah menuju layanan kereta jarak jauh, begitu juga penumpang dari luar kota dapat melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah di Jawa Timur menggunakan kereta komuter atau lokal,” ujarnya.

Mahendro menjelaskan, keberadaan 18 stasiun terintegrasi tersebut mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang tinggi, khususnya di kawasan perkotaan dan wilayah penyangga. Penumpang yang tiba dengan kereta jarak jauh dapat langsung melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir menggunakan kereta komuter atau lokal, begitu pula sebaliknya.

Selain mempermudah mobilitas, konektivitas ini juga memberikan berbagai manfaat bagi pelanggan, di antaranya waktu tempuh yang lebih cepat, jangkauan layanan yang semakin luas hingga ke daerah sekitar, serta alternatif transportasi yang lebih terjangkau. Tak hanya itu, integrasi ini juga mendukung mobilitas ramah lingkungan melalui pemanfaatan transportasi massal berbasis rel.

Lebih dari sekadar titik perpindahan layanan, 18 stasiun tersebut kini juga berfungsi sebagai simpul mobilitas (mobility hub) yang menghubungkan berbagai pusat aktivitas masyarakat, seperti kawasan pendidikan, perkantoran, pusat pemerintahan, hingga area ekonomi dan bisnis di Jawa Timur.

Editor : Deni Noel