SURABAYA, KABARHIT.COM – Tim loncat indah Jawa Timur selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Dalam beberapa edisi terakhir, performa mereka konsisten mengesankan. Bahkan pada PON Aceh-Sumut 2024, Jatim kembali menunjukkan dominasinya dengan meraih delapan medali emas.
Namun, kejayaan tersebut kini terancam pada PON 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal ini dipicu oleh terganggunya persiapan tim akibat minimnya fasilitas latihan yang memadai.
Baca juga: Keterlambatan Renovasi Kolam Kertajaya Hambat Target Emas Jatim di PON 2028
Salah satu kendala utama adalah belum rampungnya renovasi Kolam Renang Kertajaya Surabaya. Proyek yang telah berjalan lebih dari 1,5 tahun itu hingga kini belum bisa dimanfaatkan oleh para atlet, meski secara fisik disebut hampir selesai. Kolam tersebut masih dalam tahap perawatan pascarenovasi sehingga belum dapat digunakan untuk latihan.
Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jawa Timur, Mirza Muttaqien, mengakui kondisi sulit yang tengah dihadapi timnya. Menurutnya, keterbatasan fasilitas yang dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur berdampak langsung pada program pembinaan atlet.
Baca juga: DJP Jatim I Ungkap Industri Tembakau Jadi Penyumbang Pajak Terbesar
“Para atlet saat ini tidak bisa lagi berlatih bersama seperti pada persiapan PON sebelumnya. Mereka terpaksa berpencar,” ujarnya.
Sebanyak 24 atlet loncat indah yang sebelumnya menjalani pemusatan latihan mandiri kini harus berlatih secara terpisah di berbagai daerah. Beberapa di antaranya berada di Surabaya, Sidoarjo, hingga Pasuruan.
Baca juga: Bea Cukai–Polri Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri di Surabaya, Nilai Capai Rp17,5 Miliar
Mirza menjelaskan, sebagian atlet berlatih bersama klub masing-masing, sementara lainnya harus berlatih secara mandiri. Kondisi ini dinilai kurang efektif karena pelatih tidak dapat melakukan pengawasan dan evaluasi secara langsung terhadap seluruh atlet.
Ia pun berharap pemerintah provinsi segera menyelesaikan permasalahan fasilitas tersebut agar program pembinaan dapat kembali berjalan optimal. Tanpa dukungan sarana yang memadai, peluang Jatim untuk mempertahankan tradisi juara umum di cabang loncat indah pada PON mendatang dikhawatirkan akan semakin berat.
Editor : Tri Karyono