SURABAYA,KABARHIT.COM – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan pemantauan langsung terhadap rantai pasok komoditas pangan curah di Terminal Teluk Lamong (TTL), Surabaya, Jawa Timur, Kamis (10/9/2026).
Langkah tersebut dilakukan KPPU untuk mencermati dinamika harga sejumlah komoditas pangan, khususnya daging dan telur ayam, yang mengalami perubahan dalam beberapa bulan terakhir. KPPU tengah melakukan kajian untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga komoditas tersebut.
Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah tingginya harga pakan ternak. Kondisi itu diduga berkaitan dengan meningkatnya harga bahan baku pakan, salah satunya bungkil kedelai atau soybean meal yang banyak digunakan dalam industri pakan ternak.
Untuk memetakan rantai pasok komoditas tersebut secara lebih menyeluruh, KPPU melakukan peninjauan langsung ke Terminal Teluk Lamong. Pemantauan ini ditujukan untuk melihat alur logistik komoditas kedelai sekaligus memahami mekanisme bongkar muat komoditas pangan dan pakan dalam bentuk curah.
Terminal Teluk Lamong menjadi salah satu fasilitas pelabuhan yang menangani bongkar muat berbagai komoditas pangan dan bahan baku pakan curah di Indonesia.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wakil Ketua KPPU Hilman Pujana, bersama Deputi Bidang Kajian dan Advokasi KPPU beserta tim serta jajaran Kantor Wilayah IV KPPU.
Tim KPPU diterima Direktur Komersial PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, Farid Padang, bersama jajaran pimpinan Terminal Teluk Lamong.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Pelindo memaparkan proses bisnis dan mekanisme logistik komoditas pangan curah yang diterapkan di Terminal Teluk Lamong. Komoditas yang ditangani antara lain kedelai, gandum, jagung, serta sejumlah komoditas lainnya.
Hilman juga meminta sejumlah data dan dokumen kepada Pelindo yang berkaitan dengan pengelolaan Terminal Teluk Lamong. Data tersebut akan menjadi bagian dari bahan kajian KPPU dalam memetakan rantai pasok komoditas pangan dan pakan.
Setelah pemaparan, rombongan KPPU melanjutkan kegiatan dengan melakukan peninjauan langsung atau on site terhadap sejumlah proses operasional di terminal.
Peninjauan mencakup proses bongkar barang atau stevedoring, pengangkutan komoditas menggunakan belt conveyor, proses warehousing, hingga aktivitas di loading bay.
Melalui pemantauan tersebut, KPPU berupaya memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai proses distribusi dan tata niaga komoditas yang berkaitan dengan bahan baku pakan ternak.
KPPU selanjutnya akan melanjutkan kajian untuk mengetahui apakah terdapat indikasi atau dugaan pelanggaran terhadap hukum persaingan usaha dalam rantai pasok komoditas tersebut.
“Saat ini KPPU masih melakukan pengumpulan bahan keterangan dan informasi,” jelas Hilman.
Hasil pengumpulan informasi tersebut akan menjadi bahan bagi KPPU untuk menentukan langkah selanjutnya dalam kajian mengenai dinamika harga dan persaingan usaha pada komoditas pangan serta bahan baku pakan ternak.
Editor : Tri Karyono