KBS Punya Penghuni Baru, Empat Kura-Kura Aldabra Didatangkan dari Jepang

Reporter : Deni Noel
Kura-kura Aldabra koleksi baru Kebun Binatang Surabaya

SURABAYA, KABARHIT.COM — Kebun Binatang Surabaya (KBS) menghadirkan penghuni baru yang mencuri perhatian. Untuk pertama kalinya sejak berdiri, KBS resmi memperkenalkan kura-kura Aldabra (Aldabrachelys gigantea) kepada masyarakat.

Empat ekor kura-kura Aldabra didatangkan dari Jepang, terdiri atas satu jantan dan tiga betina. Satwa berukuran raksasa tersebut kini telah dapat disaksikan langsung oleh pengunjung KBS.

Baca juga: Keterlambatan Renovasi Kolam Kertajaya Hambat Target Emas Jatim di PON 2028

Kura-kura Aldabra merupakan satwa asli Atol Aldabra, Seychelles. Satwa ini dikenal sebagai salah satu kura-kura darat terbesar di dunia, hanya kalah besar dari kura-kura Galapagos.

Ukuran tubuh kura-kura Aldabra dewasa dapat mencapai sekitar satu meter dengan berat lebih dari 100 kilogram. Kehadiran satwa tersebut menjadi koleksi baru sekaligus daya tarik tersendiri bagi KBS.

Direktur Operasional KBS, Nurika Widyasanti, mengatakan kedatangan kura-kura Aldabra menjadi momen penting bagi lembaga konservasi tersebut. Sebab, selama KBS berdiri, belum pernah ada kura-kura jenis Aldabra dalam koleksinya.

“Selama KBS berdiri, kami belum pernah memiliki kura-kura Aldabra. Ini adalah pertama kalinya kami menghadirkan satwa jenis tersebut,” kata Nurika, Rabu (2/9/2026).

Dari empat ekor kura-kura yang didatangkan, pejantan memiliki bobot sekitar 109 kilogram. Sementara tiga betina masing-masing memiliki berat sekitar 80 hingga 90 kilogram.

Dari sisi usia, kura-kura jantan diperkirakan berusia sekitar 40 tahun. Adapun tiga kura-kura betina berusia antara 25 hingga 30 tahun.

Selain memiliki ukuran tubuh yang besar, kura-kura Aldabra juga dikenal sebagai satwa berumur panjang. Dalam kondisi tertentu, satwa ini dapat hidup hingga lebih dari 100 tahun.

Karakteristik tersebut menjadi salah satu daya tarik edukatif bagi pengunjung untuk mengenal lebih jauh kehidupan, habitat, serta pentingnya upaya konservasi kura-kura Aldabra.

Baca juga: KBS Benarkan Kedatangan Kejati Jatim, Operasional Tetap Normal

Nurika mengatakan kehadiran satwa baru tersebut tidak hanya ditujukan untuk menambah daya tarik KBS, tetapi juga memperkuat fungsi kebun binatang sebagai lembaga konservasi dan edukasi.

“Kehadiran kura-kura Aldabra ini diharapkan menjadi daya tarik baru bagi pengunjung sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat mengenai satwa dan konservasinya,” ujarnya.

Empat kura-kura Aldabra tersebut didatangkan ke Indonesia melalui kerja sama antara KBS dan iZoo, Shizuoka, Jepang.

Setibanya di Indonesia, satwa-satwa tersebut tidak langsung dipertontonkan kepada masyarakat. Keempatnya terlebih dahulu menjalani proses karantina dan adaptasi di lingkungan KBS.

“Kura-kura tiba di Indonesia pada pertengahan Juli 2026, kemudian menjalani karantina di KBS. Setelah seluruh proses selesai dan dinyatakan siap, keempatnya diperkenalkan kepada pengunjung,” jelas Nurika.

Baca juga: Dosen Unesa Andik Yulianto Ajak Mahasiswa Mengkaji Puisi di Kebun Binatang, Terapkan Deep Learning Kontekstual

Kehadiran kura-kura Aldabra menjadi langkah awal dari kerja sama KBS dengan iZoo. Ke depan, kerja sama tersebut diproyeksikan berlanjut dengan menghadirkan sejumlah satwa lain dari Jepang.

Beberapa satwa yang direncanakan melengkapi koleksi KBS antara lain monyet Jepang, jerapah, hingga panda merah.

Nurika menegaskan, kehadiran kura-kura Aldabra bukan sekadar menambah daftar koleksi satwa di KBS. Lebih dari itu, satwa tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan fungsi konservasi sekaligus memberikan pengalaman edukatif baru bagi masyarakat.

“Hadirnya kura-kura Aldabra bukan sekadar menambah daftar koleksi. Satwa ini menjadi wajah baru dari KBS sekaligus memberi kesempatan bagi masyarakat Surabaya untuk mengenal langsung salah satu kura-kura darat terbesar di dunia,” pungkasnya.

Editor : Tri Karyono

PEMERINTAHAN
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru