SURABAYA, KABARHIT.COM — Honda kembali ambil bagian dalam rangkaian GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) The Series 2026 melalui GIIAS Surabaya 2026. Pameran otomotif tersebut berlangsung pada 26–30 Agustus 2026 di Grand City Convex, Surabaya. Selasa, 26/08/2026
Kehadiran Honda menjadi kesempatan bagi masyarakat Surabaya dan Jawa Timur untuk melihat lebih dekat berbagai produk Honda, sekaligus memanfaatkan beragam program penjualan yang ditawarkan selama pameran.
Salah satu program yang menjadi daya tarik bagi konsumen adalah trade-in atau tukar tambah kendaraan. Melalui program ini, konsumen dapat menukarkan mobil lama dengan kendaraan Honda baru dan mendapatkan tambahan keuntungan berupa ekstra cashback.
Program trade-in tersebut berlaku untuk sejumlah model, termasuk Honda Stepwgn dan Honda WR-V, serta model Honda lainnya.
“Customer juga bisa melakukan program trade-in. Itu ada ekstra cashback juga, baik untuk Stepwgn, WR-V dan juga model-model lainnya,” ujar Wendy Miharja, Director Honda Surabaya Center saat ditemui di GIIAS Surabaya 2026.
Program tersebut juga memungkinkan pemilik Honda Brio untuk melakukan peningkatan kendaraan ke model dengan posisi berkendara yang lebih tinggi, seperti WR-V.
Dalam prosesnya, Honda bekerja sama dengan rekanan untuk melakukan penilaian terhadap kendaraan lama milik konsumen. Dengan mekanisme tersebut, konsumen diharapkan memperoleh nilai kendaraan yang kompetitif.
“Dari Brio bisa trade-in, misalnya mau pakai mobil yang lebih tinggi, pakai WR-V contohnya. Kami bisa bekerja sama dengan relasi atau rekanan kita untuk menilai mobil dan memberikan harga yang terbaik,” katanya.
Layanan trade-in tersebut tersedia selama pelaksanaan GIIAS Surabaya 2026, dengan tim yang disiapkan untuk membantu konsumen melakukan proses penilaian dan tukar tambah kendaraan.
Selain menghadirkan program trade-in, Honda juga memasang target penjualan selama GIIAS Surabaya 2026.
Honda menargetkan sebanyak 120 surat pemesanan kendaraan (SPK) selama lima hari penyelenggaraan pameran. Target tersebut berlaku untuk seluruh model dan varian yang ditawarkan Honda di GIIAS Surabaya.
Namun, Honda tidak menetapkan target khusus untuk dua model yang mendapat perhatian besar dari pengunjung, yakni Honda Prelude dan Honda Super One.
Pasalnya, jumlah pemesanan kedua model tersebut telah melampaui kuota unit yang tersedia.
Untuk Honda Super One, misalnya, alokasi untuk Indonesia sangat terbatas. Surabaya mendapatkan jatah sebanyak 10 unit. Namun, hingga dua hari sebelum wawancara dilakukan, jumlah SPK yang masuk telah mencapai 15 unit.
“Untuk Super One ini target di Indonesia hanya 10. Surabaya kebagian jatah 10, tapi SPK per dua hari yang lalu sudah 15,” ujar Wendy Miharja
Dengan jumlah pemesanan yang telah melebihi kuota, sebagian konsumen harus menunggu alokasi berikutnya. Honda menyebut rencana pengiriman untuk sebagian pemesanan bahkan telah berpotensi bergeser ke 2027.
Tingginya minat terhadap Honda Super One juga menjadi salah satu perhatian Honda di GIIAS Surabaya 2026.
Model tersebut menjadi salah satu bukti kehadiran Honda di segmen kendaraan listrik di Indonesia. Honda menyebut Super One sebagai salah satu model yang diperkenalkan untuk menyapa masyarakat Indonesia melalui teknologi elektrifikasi.
“Ini sebenarnya salah satu bukti bahwa Honda secara mobil listrik ada. Salah satunya yang ada di Indonesia yang dimasukkan adalah Super One,” katanya.
Honda juga menempatkan Super One sebagai salah satu halo car untuk memperkenalkan pendekatan kendaraan listrik Honda kepada masyarakat Indonesia.
Meski baru diperkenalkan di Indonesia, Super One bukan merupakan produk yang sepenuhnya baru secara global. Model tersebut telah lebih dahulu hadir di pasar internasional.
Untuk pengiriman, Honda memastikan unit yang telah dipesan dan sesuai dengan alokasi akan dikirim pada tahun ini.
Honda mendapatkan alokasi 10 unit Super One untuk Surabaya pada 2026. Salah satu unit di antaranya direncanakan mulai tersedia pada Agustus.
Tak hanya Super One, Honda Prelude juga mendapat respons tinggi dari konsumen Indonesia.
Honda menyebut jumlah unit Prelude yang akan disuplai secara nasional mencapai sekitar 150 unit. Namun, jumlah SPK yang telah masuk secara nasional sudah menembus lebih dari 300 unit.
Artinya, jumlah pemesanan yang masuk telah mencapai lebih dari dua kali lipat dari rencana pasokan awal.
“Untuk Prelude begitu juga. Kita sudah mulai delivery. Dari 150 unit yang akan disuplai nasional, yang sudah SPK masuk di atas 300 nasional,” ujar Wendy Miharja
Kondisi tersebut membuat sebagian konsumen harus menunggu alokasi berikutnya. Pasokan Prelude di Indonesia memang sangat terbatas dibandingkan tingginya permintaan yang masuk.
Meski demikian, Honda memastikan konsumen yang telah melakukan SPK sebelumnya dan masuk dalam alokasi pengiriman akan tetap mendapatkan unit pada tahun ini.
“Delivery yang sudah SPK dan sesuai dengan batasan itu akan di-delivery di tahun ini. Untuk Prelude juga tahun ini, khususnya yang sudah SPK sebelumnya, karena jatahnya sangat terbatas,” katanya.
Tingginya pemesanan terhadap Honda Prelude dan Super One menunjukkan besarnya perhatian konsumen Indonesia terhadap model Honda dengan karakter yang berbeda, terutama kendaraan elektrifikasi dan model yang memiliki daya tarik khusus bagi penggemar otomotif.
Di sisi lain, Honda tetap mengandalkan model-model dengan volume penjualan lebih besar seperti Brio, WR-V, Stepwgn, dan model lainnya untuk mengejar target 120 SPK selama GIIAS Surabaya 2026.
Editor : Tri Karyono