BANYUWANGI, KABARHIT.COM – Pelayanan penyeberangan di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, semakin diperkuat menyusul beroperasinya KMP Port Link milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di rute Tanjung Wangi–Lombok. Kehadiran kapal tersebut membuat total armada yang melayani lintasan Jawa Timur–Nusa Tenggara Barat kini menjadi empat kapal.
Tambahan armada ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan sekaligus membantu mengurai antrean kendaraan di kawasan Pelabuhan Tanjung Wangi. Pasalnya, aktivitas angkutan kendaraan melalui layanan kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) di pelabuhan tersebut cukup tinggi. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 163.334 kendaraan dari berbagai golongan melakukan kegiatan bongkar muat melalui Pelabuhan Tanjung Wangi.
Baca juga: Pelindo Ajak Warga Tanjung Perak Jaga Lingkungan Lewat Lomba Menghias Kampung
KMP Port Link memiliki Length Overall (LOA) 131,8 meter dengan kapasitas angkut sekitar 150 kendaraan campuran yang terdiri atas kendaraan golongan II, III, IV, dan V. Dengan beroperasinya kapal tersebut, kapasitas layanan pada rute Tanjung Wangi–Lombok semakin bertambah untuk mengakomodasi kebutuhan pengguna jasa.
Branch Manager Pelabuhan Tanjung Wangi, Eko Budyasmoro, mengatakan Pelindo mendukung penambahan layanan kapal pada rute Tanjung Wangi–Lombok sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus menjaga kelancaran arus kendaraan di kawasan pelabuhan.
“Dengan hadirnya KMP Port Link, saat ini terdapat empat kapal yang melayani rute Tanjung Wangi–Lombok. Bertambahnya kapasitas angkut memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna jasa, terutama pada saat terjadi peningkatan volume,” ujar Eko.
Baca juga: Pelindo Regional 3 Apresiasi Kejari Tanjung Perak atas Pengamanan Aset Negara
Menurut Eko, tambahan kapasitas tersebut juga berdampak positif terhadap pengelolaan antrean kendaraan di sekitar pelabuhan. Dengan beroperasinya KMP Port Link, penumpukan kendaraan yang sebelumnya berada di badan jalan dapat semakin terurai sehingga arus kendaraan menuju pelabuhan menjadi lebih tertata.
“Dengan kapasitas layanan yang semakin besar, antrean kendaraan dapat dikelola dengan lebih baik sehingga potensi kepadatan lalu lintas di sekitar akses menuju pelabuhan juga dapat diminimalkan,” tambah Eko.
Pelindo terus berkoordinasi dengan operator kapal dan para pemangku kepentingan terkait serta melakukan pemantauan terhadap kondisi operasional di lapangan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan pelayanan kapal dan kendaraan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Baca juga: Pelindo Fasilitasi Pengiriman Bantuan Gempa NTT dari Tanjung Perak
Selain mendukung mobilitas masyarakat, layanan penyeberangan Tanjung Wangi–Lombok memiliki peran dalam mendukung pergerakan kendaraan dan distribusi logistik antara Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Keberadaan layanan Ro-Ro memungkinkan kendaraan beserta muatannya melakukan perjalanan antarpulau tanpa melalui proses bongkar muat barang secara terpisah.
“Pelindo akan terus mendukung peningkatan kualitas dan kapasitas pelayanan di Pelabuhan Tanjung Wangi. Harapannya, layanan yang semakin optimal dapat memberikan kemudahan bagi pengguna jasa sekaligus mendukung kelancaran mobilitas dan distribusi logistik antarpulau,” pungkas Eko.
Editor : Tri Karyono