TPS Perkuat Komitmen ESG Melalui Konversi Kendaraan Operasional Berbasis Listrik

Reporter : Deni Noel
Kendaraan operasional listrik PT Terminal Petikemas Surabaya

SURABAYA, KABARHIT.COM- PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memperkuat langkah menuju operasional pelabuhan yang lebih ramah lingkungan melalui penggunaan kendaraan listrik. Hingga September 2026, sebanyak 25 kendaraan operasional TPS telah dikonversi dari kendaraan berbahan bakar fosil menjadi kendaraan bertenaga listrik.

Transformasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk menekan emisi karbon, tetapi juga memberikan dampak terhadap efisiensi biaya operasional. Berdasarkan evaluasi perusahaan, penggunaan kendaraan listrik mampu menghemat biaya operasional hingga 60 persen dibandingkan kendaraan konvensional.

Baca juga: TPS Catat Arus Peti Kemas 128 Ribu TEUs pada Agustus 2026

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi TPS dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi berbahan bakar fosil. Selain kendaraan operasional, seluruh peralatan bongkar muat yang terdiri atas 11 unit Container Crane (CC) dan 36 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) di lingkungan TPS juga telah menggunakan energi listrik.

Direktur Utama TPS Ali Sodikin mengatakan, pemanfaatan energi listrik merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk membangun operasional terminal yang efisien, modern, dan berwawasan lingkungan.

“TPS secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif yang mendukung prinsip Environmental, Social and Governance (ESG). Konversi 25 unit kendaraan operasional menjadi tenaga listrik merupakan salah satu langkah konkret untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi dampak lingkungan,” ujar Ali Sodikin.

Baca juga: TPS Kembali Raih Penghargaan Wajib Pajak Teladan 2026

Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik selain mampu menekan biaya operasional hingga 60 persen juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon. Program tersebut melengkapi penggunaan 11 unit CC dan 36 unit RTG berbasis energi listrik di area terminal.

Dari sisi ESG, penerapan kendaraan dan peralatan operasional bertenaga listrik menjadi bagian dari upaya TPS mendukung dekarbonisasi sektor logistik dan kepelabuhanan. Kebijakan tersebut sekaligus diarahkan untuk mendukung terciptanya operasional pelabuhan yang lebih berkelanjutan.

Baca juga: TPS Serahkan 3.000 Bibit Mangrove untuk Rehabilitasi Pesisir Tambak Sarioso

Sebagai salah satu gerbang logistik nasional, TPS memandang penerapan teknologi rendah emisi sebagai investasi jangka panjang. Selain memberikan manfaat efisiensi bagi perusahaan, langkah tersebut diharapkan menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, pemegang saham, masyarakat, dan lingkungan.

Ke depan, TPS akan melanjutkan berbagai program efisiensi energi dan pengurangan emisi untuk mewujudkan pelabuhan yang lebih ramah lingkungan, produktif, dan memiliki daya saing global

Editor : Tri Karyono

PEMERINTAHAN
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru