JAKARTA,KABARHIT.COM – PT PLN (Persero) memperkuat kemitraan strategis dengan Pemerintah Australia untuk mempercepat transformasi sektor ketenagalistrikan Indonesia. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan infrastruktur, pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta penjajakan pembiayaan dan investasi. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) pada 29 Oktober 2026 sebagai bagian dari upaya mendukung target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060.
Wakil Direktur Utama PLN, Yusuf Didi Setiarto, mengatakan kemitraan dengan Australia membuka peluang bagi PLN untuk memperoleh akses terhadap teknologi, pengetahuan, dan dukungan pendanaan internasional. Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk mempercepat transformasi PLN dari perusahaan penyedia listrik menjadi penyedia solusi energi. “Dukungan Pemerintah Australia memiliki arti penting bagi PLN, baik dalam pengembangan talenta, pertukaran pengetahuan dan teknologi, maupun penjajakan peluang pembiayaan,” ujar Didi.
Baca juga: PLN Layani 159 Data Center, Kapasitas Listrik Tersambung Capai 2.038 MVA
Salah satu agenda utama kerja sama tersebut adalah penguatan infrastruktur kelistrikan melalui penjajakan pendanaan dari Export Finance Australia (EFA) untuk proyek Eastern Java & Bali Grid Strengthening. Proyek ini ditujukan untuk meningkatkan keandalan jaringan dan menjaga kestabilan pasokan listrik di Jawa Timur serta Bali. Pembangunannya mencakup peningkatan infrastruktur transmisi, gardu induk, dan jaringan distribusi guna memperkuat kapasitas sistem kelistrikan di kedua wilayah.
Selain infrastruktur, PLN dan Australia juga menjajaki pengembangan teknologi bersama sejumlah lembaga riset dan instansi pemerintah, termasuk Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) serta Department of Climate, Environment and Water. Kolaborasi tersebut meliputi pengembangan fleksibilitas jaringan, Battery Energy Storage System (BESS), dan optimalisasi operasional pembangkit. Langkah ini diperlukan untuk meningkatkan kemampuan sistem kelistrikan dalam mengintegrasikan energi baru terbarukan (EBT), terutama sumber energi surya dan angin yang produksinya bergantung pada kondisi alam.
Baca juga: PLN Bantu Petani Bekasi Tingkatkan Produktivitas Lewat Electrifying Agriculture
PLN juga memperkuat ketahanan sistem kelistrikan terhadap risiko perubahan iklim melalui program bersama Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (Department of Foreign Affairs and Trade). Program peningkatan kapasitas terkait skenario iklim tersebut bertujuan membangun kemampuan pengambilan keputusan berbasis proyeksi dan risiko perubahan iklim atau climate-informed decision-making. Di sisi lain, kedua pihak melalui program Australia-Indonesia Climate and Sustainable Infrastructure Partnership (KINETIK) menyusun Three-Year Human Capital Development Roadmap periode 2027–2030 untuk meningkatkan kompetensi SDM PLN.
Peta jalan pengembangan SDM tersebut diselaraskan dengan target NZE, prioritas Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), serta prinsip Just Energy Transition atau transisi energi berkeadilan. Didi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus diikuti peningkatan kemampuan teknologi dan kualitas tenaga kerja. “Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman internasional, kami ingin menyiapkan talenta PLN yang mampu mengelola sistem ketenagalistrikan masa depan sekaligus menghadirkan solusi energi yang menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.
Baca juga: PLN dan Pelindo Luncurkan OPS di Tanjung Priok, Tekan Emisi Kapal
Sementara itu, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, menyambut positif penguatan kemitraan tersebut. Ia menilai PLN memiliki peran penting dalam mendukung transisi energi Indonesia, khususnya melalui elektrifikasi dan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Brazier menegaskan bahwa kerja sama ini memberikan manfaat timbal balik bagi kedua negara melalui pertukaran pengalaman dan pengetahuan. “Kami ingin menjadi bagian dari perjalanan transisi energi Indonesia dan memahami bahwa PLN akan memainkan peran sentral dalam elektrifikasi tersebut,” ungkapnya. Kemitraan jangka panjang ini diharapkan mampu memperkuat infrastruktur, memperluas pemanfaatan teknologi, membuka akses pembiayaan, serta meningkatkan kualitas SDM demi mewujudkan sistem kelistrikan Indonesia yang andal, berkelanjutan, dan rendah emisi.
Editor : Tri Karyono