SURABAYA, KABARHIT.COM - 5 November 2026 – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan mengutamakan keselamatan seluruh pekerja melalui penyelenggaraan pelatihan Basic Life Support (BLS) bagi petugas operasional dan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (3/11) bertempat di Ruang Toba TPS.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan para petugas dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban yang mengalami kondisi kegawatdaruratan, khususnya kondisi yang membutuhkan tindakan penyelamatan jiwa secara cepat dan tepat.
Baca juga: Kunjungi TPS, Kemenko Infrastruktur Tinjau Konektivitas Pelabuhan Tanjung Perak
Materi pelatihan mencakup pertolongan pertama pada gangguan lokal maupun gangguan umum, penanganan awal cedera, perdarahan, luka bakar, dan tersedak. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai Resusitasi Jantung Paru (RJP), penggunaan Automated External Defibrillator (AED), penanganan kondisi darurat, pembalutan, pembidaian, pemindahan dan evakuasi korban, hingga pendampingan korban sampai ambulans atau tenaga medis tiba.
Selain pembekalan teori, pelatihan juga dilengkapi dengan praktik langsung dan studi kasus. Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test, dilanjutkan penyampaian materi, praktik keterampilan pertolongan pertama, post-test, dan ditutup dengan evaluasi kegiatan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu peserta memahami sekaligus mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan kerja.
Direktur Utama TPS, Ali Sodikin, menyampaikan bahwa kemampuan memberikan pertolongan pertama merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh petugas, terutama mereka yang bertugas di area operasional dengan tingkat aktivitas dan potensi risiko pekerjaan yang beragam.
Baca juga: TPS Raih Skor 4,75 dalam Survei GCG, Praktik Pungli dan Gratifikasi Nihil
"Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional TPS. Melalui pelatihan Basic Life Support ini, kami ingin memastikan bahwa petugas memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk memberikan pertolongan secara cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat. Dalam situasi yang membutuhkan penanganan segera, kemampuan memberikan pertolongan pertama dapat menjadi faktor penting dalam menyelamatkan nyawa seseorang," ujar Ali Sodikin.
Lebih lanjut, Ali menegaskan bahwa peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang keselamatan dan kesehatan kerja merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun budaya keselamatan yang kuat dan berkelanjutan.
Baca juga: TPS Kembangkan 15.000 Bibit Mangrove, Dukung Pengurangan Emisi Karbon
"Harapan kami, pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan ini tidak hanya menjadi bekal bagi peserta dalam menjalankan tugas sehari-hari, tetapi juga membangun kepedulian dan kesiapsiagaan bersama. Budaya keselamatan harus menjadi tanggung jawab seluruh insan perusahaan, bukan hanya menjadi tugas fungsi tertentu," tambahnya.
Melalui kegiatan ini, TPS berharap para petugas operasional dan HSSE semakin sigap, tanggap, dan percaya diri dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Peningkatan kapasitas tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah berkelanjutan perusahaan dalam memperkuat penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), guna mendukung kelancaran operasional terminal yang aman, andal, dan berkelanjutan
Editor : Tri Karyono