SURABAYA, KABARHIT.COM,12 Oktober 2026 – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui elektrifikasi peralatan bongkar muat dan konservasi ekosistem pesisir. Upaya ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Salah satu langkah konkret yang dilakukan TPS adalah mengembangkan program elektrifikasi peralatan bongkar muat untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Inisiatif tersebut berjalan beriringan dengan konservasi mangrove yang telah dilaksanakan sejak 2010 sebagai upaya mengurangi dampak perubahan iklim sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir Surabaya.
Pada 2026, TPS kembali bekerja sama dengan Kelompok Petani Mangrove Penggerak Konservasi Mandiri Lestari Sontoh Laut Surabaya untuk membudidayakan 15.000 bibit mangrove.
Saat ini, bibit tersebut tengah dikembangkan di kawasan konservasi mangrove TPS dan diperkirakan siap ditanam sekitar delapan bulan mendatang.
Program ini tidak hanya bertujuan memperluas kawasan hijau pesisir, tetapi juga memperkuat fungsi mangrove sebagai pelindung pantai, habitat berbagai jenis flora dan fauna, serta penyerap karbon alami.
Berdasarkan hasil pengukuran manfaat pembibitan dan penanaman mangrove yang dilakukan TPS bersama Cempaka Foundation pada 2026, kawasan mangrove TPS diketahui memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi dengan kondisi vegetasi yang tergolong baik dan padat.
Dari sisi mitigasi perubahan iklim, kawasan mangrove tersebut juga memiliki kemampuan menyerap karbon dalam jumlah signifikan. Hasil pengukuran menunjukkan kapasitas penyerapan mencapai 623,11 ton karbon per hektare atau setara dengan sekitar 2.286,8 ton karbon dioksida (CO) per hektare.
Capaian tersebut menjadikan kawasan konservasi mangrove TPS sebagai salah satu aset lingkungan yang mendukung upaya dekarbonisasi perusahaan. Pelestarian mangrove juga diharapkan membantu meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap ancaman abrasi dan banjir rob.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, mengatakan bahwa pembibitan mangrove merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan yang mengintegrasikan kepentingan lingkungan, sosial, dan ekonomi.
"Sebagai bagian dari Pelindo Group, TPS berkomitmen menghadirkan operasional pelabuhan yang semakin hijau dan berkelanjutan. Upaya elektrifikasi alat bongkar muat serta konservasi mangrove merupakan strategi yang saling mendukung dalam upaya pengurangan emisi karbon," ujar Erika.
Ia menjelaskan, program pembibitan 15.000 mangrove bukan sekadar kegiatan penanaman pohon, melainkan investasi lingkungan dan sosial yang diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Setelah mencapai usia tanam sekitar delapan bulan, bibit mangrove tersebut direncanakan didistribusikan kepada berbagai pihak untuk mendukung rehabilitasi kawasan pesisir Surabaya. Langkah ini diharapkan memperluas jangkauan konservasi sekaligus memperkuat kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga lingkungan pesisir.
Selain memberikan manfaat ekologis, program konservasi mangrove TPS juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Melalui kemitraan dengan kelompok petani mangrove, masyarakat dilibatkan dalam pengadaan bibit, pemeliharaan, pembesaran, hingga proses penanaman.
Keterlibatan tersebut membuka peluang pendapatan alternatif bagi masyarakat pesisir selama program berlangsung. Dengan demikian, kegiatan konservasi tidak hanya berorientasi pada pemulihan lingkungan, tetapi juga mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Mangrove yang ditanam nantinya diharapkan mampu menjaga habitat biota laut, memperbaiki kualitas lingkungan, serta memperkuat perlindungan pantai dari abrasi dan banjir rob. Manfaat tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir bagi generasi mendatang.
Erika menegaskan, keberhasilan konservasi mangrove tidak cukup diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari dampak nyata yang dihasilkan terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat.
"Dengan semakin luasnya kawasan mangrove yang terjaga, semakin besar pula kontribusi yang dapat diberikan TPS bagi kualitas lingkungan, ketahanan pesisir, dan keberlanjutan hidup generasi mendatang," ungkapnya.
Editor : Tri Karyono