Bagi Saya Seorang Abdul Ghoni....

kabarhit.com

KABARHIT, SURABAYA - Beliau merupakan seniman yg sangat luar biasa karena semasa hidupnya selalu mendedikasikan dirinya untuk merawat kesenian dan kebudayaan asli kota surabaya, semoga amaliyah beliau selalu dicatat sebagai amal yg baik dan diberikan tempat yg mulia disisi Allah SWT.

Highlight Story & Statement Seorang Cak Lupus (One of Legend in Suroboyo City).Apa yang dilakukan Cak Lupus dan istri, adalah salah satu cara untuk berkreasi, menghibur masyarakat sekaligus mencoba peruntungan dari hasil karyanya itu. Apalagi Cak Lupus merupakan pendiri sekaligus Ketua Ludruk Arboyo yang memiliki anggota 40 orang.

Pria yang telah menggeluti Kesenian Ludruk sejak tahun 1982 ini mengaku terus memberikan suntikan semangat dan menguatkan anggotanya di tengah situasi tak menentu Covid-19 ini. Melalui setiap konten karya yang dihasilkannya di media sosial juga sebagai cara untuk mendorong anggotanya agar tetap berkarya meskipun dirumah saja dengan memanfaatkan media sosial yang ada.

di Momentum Bersama Generasi MudaDenting gamelan terdengar di tiap sudut Gedung Nasional Indonesia, Suara tersebut berasal dari para siswa yang berlatih gamelan. Jumlahnya sepuluh orang. Salah seorang siswa membawakan kidung Jula Juli khas Suroboyo.

Mereka dilatih langsung oleh Kasuwanto, seniman ludruk yang akrab disapa Cak Lupus.Mayoritas siswa adalah pelajar SMP hingga SMA. Saya memang sedang mengkader generasi mudamudi, kata pria 56 tahun itu. Rencananya, mereka disiapkan untuk pentas ludruk pertengahan tahun ini. Cerita yang bakal disajikan mengangkat isu-isu terkini.

Kesenian ludruk memang ada untuk merespons isu terkini. Jadi, kami kembali pada tujuan itu. Jumlah siswanya kini mencapai 30 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah di Surabaya. Para siswa tersebut rutin berlatih tiap Selasa dan Kamis. Cak Lupus dan istrinya, Noniati (Noni Arboyo), bertindak sebagai pengajar.

di Momentum Peresmian Alun-Alun SurabayaPeresmian Alun-alun Surabaya oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini seolah menjadi titik terang berakhirnya dahaga pada geliat kesenian di Kota Surabaya. Pasalnya detak nadi dunia seni sempat vakum cukup lama, lantaran munculnya pandemi Covid-19. Sehingga mengganggu agenda pertunjukan kesenian yang sudah terjadwal.

Kelegaan tersebut terpancar dari rona wajah Ketua Paguyuban Ludruk Suroboyo, Kasuwanto atau yang akrab disapa Cak Lupus. Seniman senior ini mengungkapkan rasa syukurnya penantian yang cukup lama. Karena, banyak seniman di Kota Surabaya yang menantikan hal ini, terlebih Pemkot Surabaya telah meresmikan Alun-alun Surabaya sebagai wadah pelaku seni untuk mencurahkan ekspresi dan kreatifitas.

(catatan kecil : refrensi literasi dari berbagai sumber).

Akhir kata, Selamat Jalan Cak Lupus Sang Legendaris Ludruk Kota Surabaya.Semoga Allah SWT memberikan tempat yang mulia di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan. Dan kesenian Ludruk akan semakin mendunia di kancah seni panggung internasional.

and

Editor : Deni

PEMERINTAHAN
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru