IWO Gandeng Unesa Gelar FTTF Dalam Upaya Lestarikan Budaya Indonesia di Era Globalisasi

0

Surabaya,Kabarhit – Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melestarikan sejarah dan budayanya di tengah-tengah maraknya budaya asing masuk di kehidupan masyarakatnya. Di era digitalisasi yang serba modern ini, segalanya bisa diakses masyarakat dengan mudah, begitu juga dengan budaya asing.

Sebagai upaya untuk melestarikan sejarah dan budaya bangsa di era modernisasi, Mahasiswa Jurusan sendratasik Konsentrasi Seni Tari Universitas Surabaya (Unesa) akan menggelar Festival Tari Tradisional Pelajar (FTTP) 2019 se-Jawa Timur.

Festival yang bertajuk Spirit Tradisional Dalam Bingkai Modernisasi ini, bertujuan untuk meningkatkan rasa cinta terhadap kesenian tari tradisional khususnya pada usia remaja dan untuk menampung daya kreativitas yang dimiliki pelajar SMP dan SMA di Jawa Timur akan berlangsung pada tanggal 5 hingga 6 Oktober 2019 di Gedung Pertunjukan Sawunggaling Unesa Jl. Kampus Unesa, Lidah Wetan, Lakarsantri-Surabaya. Demikian yang dikatakan Firyal Nabilasari selaku Sekretaris Panitia saat berkunjung ke Kantor Ikatan Wartawan Online (IWO) Jawa Timur yang beralamat di Maspion Square Jl. A. Yani blok C No. 12 Surabaya, Jumat, (20/09).

Menurutnya, untuk melestarikan budaya tidaklah cukup hanya dengan kegiatan even atau pertunjukan seni saja, tapi harus melibatkan semua pihak, termasuk media online.

“Menurut kami media online seperti yang tergabung di IWO Jatim memiliki peran penting dalam melestarikan budaya. Karena itu, kami menggandeng IWO Jatim sebagai media support kami”, tutur perempuan yang akrab disapa Iyal ini.

Iyal berharap, kerjasama antara Panitia Festival dengan IWO Jatim dapat memberikan kontribusi bagi pelestarian budaya bangsa serta dapat memberikan warna dalam Festival Tari Tradisional Pelajar 2019.

“Kami sampaikan terima kasih kepada pengurus IWO Jatim yang mau menerima kami untuk bekerjasama”, tuturnya.

Sementara itu, Satwika Rumekso selaku Ketua IWO Jatim menyambut baik kerjasama itu dan siap untuk mendukung sepenuhnya kegiatan FTTP 2019.

“Ini merupakan ajang kreatifitas dan ajang pelestarian budaya ditengah-tengah gencarnya serangan budaya asing dan patut kita dukung”, tuturnya.

Ruru sapaan akrabnya menyampaikan berpendapatnya, agar ajang pelestarian ini tidak sekedar melestarikan dalam bentuk even pertunjukan saja, tapi perlu dikemas ke dalam kegiatan yang terintegrasi yang kemudian menjadi sebuah informasi yang layak untuk disampaikan tidak hanya ke dalam negeri tapi juga ke seluruh dunia.

“Semuanya pelestariannya terintegrasi, baik itu pemerintah, pelaku seni, masyarakat lainnya serta yang tidak kalah pentingnya adalah peran media”, kata Ruru.

Semoga kata Ruru kembali, kerjasama ini berjalan dengan baik dan menjadi

Andri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here