Unitomo Kukuhkan Prof. Sri Utami Ady sebagai Guru Besar ke-6 FEB

avatar kabarhit.com

SURABAYA, KABARHIT.COM - Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menambah daftar Guru Besar. Pada Selasa (02/07/2024), Prof. Dr. Sri Utami Ady, S.E., M.M. dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-6 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dalam bidang Ilmu Manajemen Keuangan di Kampus Kebangsaan dan Kerakyatan ini.

Pengukuhan Prof. Dr. Sri Utami Ady, yang akrab disapa Ibu Utami, berlangsung di Auditorium Ki Mohammad Saleh, gedung F lantai 5 kampus Unitomo di Jalan Semolowaru, Surabaya. Acara tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H., rektor perempuan pertama Unitomo dan Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Tata Negara Fakultas Hukum (FH).

Baca Juga: Unitomo Kukuhkan 623 Wisudawan 

Acara tersebut dihadiri oleh kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., serta beberapa Guru Besar dari berbagai PTN dan PTS. Dalam orasi ilmiahnya, Ibu Utami membahas "Peran Digitalisasi untuk Meningkatkan Kestabilan Psikologi dalam Pengambilan Keputusan Investasi Saham".

Ibu Utami menjelaskan bahwa penggunaan otomatisasi atau trading dengan aplikasi robot semakin meningkat di era globalisasi. Digitalisasi mempermudah berbagai aspek kehidupan, termasuk pasar modal.

Baca Juga: Tim Matching Fund Unitomo Ciptakan Inovasi Mesin Pelorot Malam Batik

"Digitalisasi di pasar modal terlihat dari sistem aplikasi di perusahaan sekuritas yang semakin canggih. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur yang memungkinkan investor mengatur trading saat tidak bisa memantau pasar, sehingga trading dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien," tambahnya.

Sementara itu, lanjut Ibu Utami, Digitalisasi pasar modal adalah sebuah keniscayaan. Kemajuan teknologi yang semakin canggih menuntut para pelaku pasar untuk beradaptasi dalam menghadapi dinamika pasar.

Baca Juga: FEB Unitomo teken komitmen kerjasama dengan BPSDM Jatim

“Automatisasi merupakan tools yang dibuat untuk memudahkan manusia dalam pengambilan keputusan, namun tidak dapat menggantikan peran manusia seutuhnya. Masih tetap dibutuhkan manusia dalam perannya, terutama untuk melakukan setting pada mesin atau robot trading tersebut.”, pungkasnya. (red)

Editor : deni