Budayawan Mojokerto Ajak Masyarakat Teladani Keteladanan Sejati Rahayu Saraswati Djojohadikusumo

MOJOKERTO, KABARHIT.COM — Keputusan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (RSD) untuk mundur dari kursi DPR RI mendapat sambutan hangat dari kalangan budayawan dan seniman Majapahit di Mojokerto.

Ia pun menilai langkah tersebut bukan sekadar sikap politik, melainkan wujud integritas dan keteguhan hati yang jarang ditemui di tengah hiruk-pikuk perpolitikan nasional.

“Beliau sering hadir langsung dalam forum-forum kebudayaan, berdialog dengan seniman lokal, dan memberi ruang bagi anak muda untuk berkarya. Itu membuat kami merasa dekat dan percaya. RSD dan keluarga Djojohadikusumo selama ini nyata mendukung dan menghidupkan kebudayaan Majapahit,” ujar Sumali, seniman sekaligus pegiat budaya Mojokerto, Minggu (14/9/2025).

Sementara itu, Nanang Muni, perwakilan budayawan Majapahit menegaskan bahwa perhatian terhadap kemajapahitan harus terus ditingkatkan. 

“Salah satu yang kami catat adalah kehadiran RSD di banyak giat kebudayaan Majapahit di Mojokerto. Semoga beliau bisa melewati masa sulit ini dengan tegar dan kuat. Indonesia masih membutuhkan beliau,” ungkapnya.

Sementara, Kabid Kebudayaan TIDAR Mojokerto Puguh Sendja menambahkan bahwa RSD adalah sosok yang selalu mendorong generasi muda untuk percaya diri. 

"Mbak Saras selalu membuka peluang bagi siapa pun untuk maju tanpa memandang anak siapa atau dari golongan apa. Yang penting punya integritas. Itulah semangat yang juga ia tunjukkan dalam mendukung kebudayaan Majapahit,” katanya.

Selain kedekatannya dengan budaya, kiprah RSD selama di DPR juga sejalan dengan perjuangan rakyat kecil. Ia berperan dalam memberantas mafia BBM subsidi di NTB, mengawal lahirnya UU Penyandang Disabilitas, hingga mendorong revisi UU TPPO agar lebih berpihak pada korban perdagangan manusia.

Dalam pernyataan bersama, para budayawan Majapahit menegaskan dukungan mereka terhadap RSD.

"Apa pun langkah yang dipilih Mbak Saras, kami akan selalu mendukung. Bagi kami, beliau bukan sekadar politisi, tetapi sahabat kebudayaan,” tutup Sumali.

Editor : Ipl