Menyikapi Polemik, Gus Syauqi: Pesantren Harus Tampil Sederhana, Inklusif, dan Egaliter

Putra Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya dan Dosen Unair Gus Ahmad Syauqi.
Putra Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya dan Dosen Unair Gus Ahmad Syauqi.

SURABAYA, KABARHIT.COM – Ditengah mencuatnya polemik kontroversial Trans 7 terhadap citra pesantren. Pesantren harus mengambil langkah proaktif dengan menampilkan wajah yang sederhana, dan inklusif, dan engaliter. 

Pandangan ini disampaikan oleh salah satu putra Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya Gus Ahmad Syauqi mengatakan bahwa pesantren memiliki nilai fundamental yang seharusnya meniadakan kesan eksklusif atau elitis. 

"Pesantren memang harus tampil sederhana, inklusif, dan engaliter. Nabi saja memanggil santrinya dengan panggilan sahabat," ujar Gus Syauqi, Rabu (15/10/2025) siang. 

Gus Syauqi menekankan, pentingna kesetaraan dalam hubungan antara kiai dan santri merujuk pada teladan kenabian.

"Pondok Pesantren seharusnya tidak hanya fokus mendoktrin ilmu, tetapi juga menempatkan adab pada posisi sejajar dengan ilmu. Keseimbangan ini penting untuk melahirkan karakter anak didik yang utuh,"  jelas Dosen Unair. 

"Seimbang dalam dzikir, pikir, dan amal sale," tambahnya. 

Ia juga mencontohkan, praktik kepemimpinan di pesantren. Untuk memastikan nilai-nilai Egaliter terinternalisasi, Gus Syauqi secara pribadi membuka diri dengan santrinya. 

"Terkadang, saya membuka diri dengan santri untuk menerima saran, kritikan, bahkan terkadang evaluasi kalau saya tidak melaksanakan kewajiban," imbuh dia. 

Gus Syauqi menegaskan, praktik ini ia lakukan agar pengabdian atau khidmah di pesantren memiliki acuan pada nilai (value), bukan perorangan (person). 

"Relasi antara santri dan pengasuh dibangun atas dasar komitmen terhadap ajaran dan moralitas, bukan sekadar hirarki semata," tegas Gus Syauqi. 

"Hal ini sekaligus menjadi jawaban pesantren di tengah berbagai tantangan modernisasi dan interprestasi publik yang keliru terhadap budaya pesantren," pungkasnya.

Editor : Ipl