Isra Mikraj di Ponpes Nurul Huda, Gus Syauqi Tekankan Agama Harus Berdampak Sosial

SURABAYA, KABARHIT.COM –Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H dan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) di halaman Ponpes Nurul Huda, Surabaya, Sabtu (17/1/2026).

Putra Pengasuh Ponpes Nurul Huda, Gus Ahmad Syauqi, menyoroti masih rendahnya literasi keuangan di kalangan pesantren. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dilepaskan dari belum menyeluruhnya pemahaman pendidikan agama dalam kehidupan sehari-hari.

“Literasi keuangan di pesantren masih minim. Pendidikan agama juga belum sepenuhnya berdampak secara menyeluruh. Program-program seperti Al Quran dan kajian keagamaan belum tentu berpengaruh jika belum menyentuh aspek sosial, seperti interaksi bermasyarakat dan menjaga lisan,” ujar Gus Syauqi, sapaan akrabnya, dikutip dari kanal YouTube @nuhaonline388.

Ia menjelaskan, nilai-nilai agama kerap dipahami secara normatif, namun belum sepenuhnya terimplementasi dalam perilaku keseharian. Padahal, ajaran agama memiliki keterkaitan erat dengan sikap dan cara hidup seseorang.

“Apakah ada hubungan antara agama dengan cara hidup seseorang? Tentu ada. Salah satu peristiwa penting dalam Isra Mikraj adalah perintah salat. Salat merupakan simbol tiang agama,” jelasnya.

Gus Syauqi menegaskan, salat bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga memiliki dampak sosial dan psikologis. 

“Barang siapa mendirikan salat, maka ia menegakkan agama. Sebaliknya, barang siapa meninggalkan salat, berarti ia telah meruntuhkan agama,” tegasnya.

Menurutnya, terdapat hubungan timbal balik antara kualitas salat dan kehidupan sosial seseorang. 

“Jika salatnya baik, maka kehidupannya juga akan lebih sejahtera, termasuk kesehatan mentalnya,” pungkasnya.

Editor : Ipul