SURABAYA, KABARHIT.COM — Ledakan kasus pelajar yang diduga terpapar narkoba mengguncang Kota Surabaya. Untuk merespons cepat situasi tersebut, Komisi D DPRD Surabaya menggelar rapat koordinasi lintas instansi pada Selasa (25/11/2025), menghadirkan BNN Kota Surabaya, Dinkes, Dindik, Dinsos, Bakesbangpol, Satpol PP, serta seluruh camat.
Rakor yang dipimpin Ketua Komisi D, dr. Akmarawita Kadir, ini justru membuka potret lebih dalam: sistem pencegahan narkoba di kalangan pelajar ternyata masih jauh dari kata siap.
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Nanik Sukristina, memaparkan bahwa pemantauan telah dilakukan secara massif.
“Kami sudah melakukan screening kepada 30.132 siswa dan tes urine terhadap 368 siswa. Hasilnya, lima pelajar terindikasi positif,” ungkapnya.
Dinkes menyatakan telah menyiapkan mekanisme rujukan medis dan psikososial lewat sinergi dengan BNN dan rumah sakit rujukan di Surabaya.
Dalam rapat tersebut, Dinas Sosial Surabaya menyampaikan fakta yang cukup mengejutkan. Arif Sugiharto, perwakilan Dinsos, mengakui bahwa pihaknya belum memiliki program khusus pencegahan narkoba bagi pelajar.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Dinsos memiliki mitra lembaga rehabilitasi seperti Orbit dan LATU untuk menangani siswa yang membutuhkan layanan pemulihan.
Ketua Pelaksana Harian Bakesbangpol, Tunjung Iswandaru, menyoroti tantangan anggaran. Namun ia menegaskan bahwa upaya perlindungan remaja tetap menjadi prioritas.
“Sosialisasi saja tidak cukup. Harus ada pendekatan kearifan lokal, melibatkan tokoh agama dan komunitas agar pesan pencegahan lebih didengar,” ujarnya.
Tunjung menekankan bahwa pencegahan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan kampanye formal. Diperlukan pendekatan berbasis lingkungan yang dekat dengan kehidupan remaja.
Ketua Komisi D, dr. Akmarawita Kadir, menegaskan bahwa kejadian ini bukan sekadar kasus insidental, tetapi alarm keras yang harus dijawab dengan strategi menyeluruh.
Komisi D akan meminta setiap instansi menyusun langkah darurat, termasuk pemetaan wilayah rawan, evaluasi SOP sekolah, hingga memperkuat koordinasi lintas lembaga.
Rakor darurat ini menjadi titik balik penanganan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar Surabaya. Dengan temuan terbaru dan sejumlah pengakuan dari instansi terkait, DPRD menilai bahwa langkah preventif harus ditingkatkan, bukan hanya reaktif.
Upaya lintas sektor dinilai menjadi kunci, terlebih ketika ancaman narkoba semakin menyasar usia sekolah.
Editor : Deni